Berita Viral

KRONOLOGI Kakek 85 Tahun Diculik Disekap Pacar Anaknya Selama Setahun, Uang Rp2 M Emas 1 Kg Habis

Berikut kronologi kakek 85 tahun di Surabaya diculik dan disekap pacar anaknya selama hampir setahun

Tayang:
TRIBUN MEDAN/KOMPAS.com/AZWA SAFRINA
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, Jumat (8/5/2026), mengungkapkan kasus penyekapan kakek 85 tahun oleh kekasih anaknya selama satu tahun di Surabaya, Jawa Timur. 

Kecurigaan keluarga mulai muncul ketika korban tidak kunjung pulang selama berbulan-bulan.

Anak korban sempat menanyakan keberadaan ayahnya kepada LA, namun pelaku berdalih bahwa korban sedang bepergian keliling Indonesia bersama orang tua pelaku.

“Saudara atau anaknya yang lain sebenarnya curiga karena mau jalan-jalan sudah lebih dari 2 bulan, enggak pulang-pulang.

Sampai totalnya setahun, mereka juga masih mencari,” jelasnya.

Keluarga kemudian semakin khawatir setelah muncul pesan misterius yang meminta pengiriman sejumlah uang.

Akhirnya keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Dari hasil penyelidikan melalui rekaman CCTV, polisi akhirnya menemukan lokasi penyekapan korban pada 16 April 2026.

Polisi menduga pelaku menguasai kartu ATM dan buku tabungan korban setelah memperoleh nomor PIN dengan alasan membantu menyelesaikan persoalan utang keluarga.

Dari hasil penyelidikan sementara, kerugian korban diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar hingga Rp2 miliar yang berasal dari pencairan deposito serta penarikan uang tunai.

Baca juga: SOSOK Orang Terdekat Bantu Aksi Bejat Kiai Ashari, Siapkan Kamar Untuk Cabuli Santriwati

Tak hanya itu, polisi juga menemukan dugaan hilangnya perhiasan emas sekitar satu kilogram dari rumah korban.

"Selain uang tunai, ada dugaan hilangnya perhiasan emas sekitar satu kilogram dari rumah korban," ungkapnya.

Menurut polisi, motif utama pelaku diduga karena faktor ekonomi dan keinginan menjalani gaya hidup mewah menggunakan uang korban.

“Pelaku juga sempat bilang ke pacarnya atau anak korban untuk keluar dari rumah tinggal di hotel yang per malamnya Rp 2 juta, nanti biayanya biar dia (pelaku) yang nanggung, padahal itu dari uang korban,” jelasnya.

Saat ini polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut, termasuk dua pria yang diduga ikut membantu proses penyekapan korban.

“Nah, kita sedang dalami pelaku termasuk dua orang yang menyekap dan ada indikasi pelaku-pelaku lainnya.

Nanti akan kita kembangkan dari keterangan pelaku yang ditangkap,” tutupnya.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Tribunjateng

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved