Berita Viral

KRONOLOGI Kakek 85 Tahun Diculik Disekap Pacar Anaknya Selama Setahun, Uang Rp2 M Emas 1 Kg Habis

Berikut kronologi kakek 85 tahun di Surabaya diculik dan disekap pacar anaknya selama hampir setahun

Tayang:
TRIBUN MEDAN/KOMPAS.com/AZWA SAFRINA
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, Jumat (8/5/2026), mengungkapkan kasus penyekapan kakek 85 tahun oleh kekasih anaknya selama satu tahun di Surabaya, Jawa Timur. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Berikut kronologi kakek 85 tahun di Surabaya diculik dan disekap pacar anaknya selama hampir setahun.

Kasus penyekapan seorang kakek 85 tahun berinisial KC yang diculik dan disekap pacar anaknya selama hampir setahun menghebohkan publik.

Tak hanya itu, harta kakek KC berupa uang Rp2 miliar hingga emas 1 kilogram pun habis dikuras pacar anaknya.

Korban disebut disekap di sebuah apartemen tanpa alat komunikasi, sementara pelaku diduga menguras harta korban hingga miliaran rupiah untuk memenuhi gaya hidup mewah.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan pelaku berinisial LA (31) memanfaatkan kedekatannya dengan keluarga korban untuk melancarkan aksi tersebut.

"Pelaku adalah pacar dari anak korban sendiri yang sudah dikenal baik oleh keluarga," ujar Kombes Pol Luthfie, Sabtu (9/5/2026).

Peristiwa itu bermula pada Oktober 2025 ketika LA mengajak korban bertemu di suatu tempat.

Baca juga: JADWAL Live El Clasico Barcelona Vs Real Madrid, Hansi Flick Soroti Mbappe Jadi Kambing Hitam

Namun setelah tiba di lokasi, korban justru diduga disekap oleh dua pria dan dibawa ke sebuah apartemen bersama pelaku.

Selama berada di apartemen tersebut, korban tidak dapat berkomunikasi dengan siapa pun karena telepon genggamnya disita.

Korban bahkan tidak mengetahui bahwa orang yang menjadi dalang di balik penyekapan itu adalah LA sendiri.

Saat polisi melakukan penggerebekan, korban justru mengira dirinya dan pelaku sama-sama menjadi korban penculikan.

"Saat ditemukan, korban justru meminta polisi menyelamatkan tersangka karena mengira mereka sama-sama disekap," ujarnya.

Menurut polisi, kebutuhan makan korban selama disekap dipenuhi melalui jasa pengiriman makanan yang diatur oleh orang suruhan pelaku.

Korban disebut menjalani aktivitas sehari-hari di dalam apartemen seperti biasa, namun tanpa akses komunikasi dengan dunia luar.

“Aktivitasnya sehari-hari ya seperti biasa tidur, nonton TV, makanan itu dianterin, tapi tidak ada alat komunikasi saja,” ujarnya.

Baca juga: ALASAN Ahmad Dedi Eks Pejabat Bea Cukai Kabur Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved