Berita Viral
KRONOLOGI Kakek 85 Tahun Diculik Disekap Pacar Anaknya Selama Setahun, Uang Rp2 M Emas 1 Kg Habis
Berikut kronologi kakek 85 tahun di Surabaya diculik dan disekap pacar anaknya selama hampir setahun
TRIBUN-MEDAN.COM – Berikut kronologi kakek 85 tahun di Surabaya diculik dan disekap pacar anaknya selama hampir setahun.
Kasus penyekapan seorang kakek 85 tahun berinisial KC yang diculik dan disekap pacar anaknya selama hampir setahun menghebohkan publik.
Tak hanya itu, harta kakek KC berupa uang Rp2 miliar hingga emas 1 kilogram pun habis dikuras pacar anaknya.
Korban disebut disekap di sebuah apartemen tanpa alat komunikasi, sementara pelaku diduga menguras harta korban hingga miliaran rupiah untuk memenuhi gaya hidup mewah.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan pelaku berinisial LA (31) memanfaatkan kedekatannya dengan keluarga korban untuk melancarkan aksi tersebut.
"Pelaku adalah pacar dari anak korban sendiri yang sudah dikenal baik oleh keluarga," ujar Kombes Pol Luthfie, Sabtu (9/5/2026).
Peristiwa itu bermula pada Oktober 2025 ketika LA mengajak korban bertemu di suatu tempat.
Baca juga: JADWAL Live El Clasico Barcelona Vs Real Madrid, Hansi Flick Soroti Mbappe Jadi Kambing Hitam
Namun setelah tiba di lokasi, korban justru diduga disekap oleh dua pria dan dibawa ke sebuah apartemen bersama pelaku.
Selama berada di apartemen tersebut, korban tidak dapat berkomunikasi dengan siapa pun karena telepon genggamnya disita.
Korban bahkan tidak mengetahui bahwa orang yang menjadi dalang di balik penyekapan itu adalah LA sendiri.
Saat polisi melakukan penggerebekan, korban justru mengira dirinya dan pelaku sama-sama menjadi korban penculikan.
"Saat ditemukan, korban justru meminta polisi menyelamatkan tersangka karena mengira mereka sama-sama disekap," ujarnya.
Menurut polisi, kebutuhan makan korban selama disekap dipenuhi melalui jasa pengiriman makanan yang diatur oleh orang suruhan pelaku.
Korban disebut menjalani aktivitas sehari-hari di dalam apartemen seperti biasa, namun tanpa akses komunikasi dengan dunia luar.
“Aktivitasnya sehari-hari ya seperti biasa tidur, nonton TV, makanan itu dianterin, tapi tidak ada alat komunikasi saja,” ujarnya.
Baca juga: ALASAN Ahmad Dedi Eks Pejabat Bea Cukai Kabur Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK
Kecurigaan keluarga mulai muncul ketika korban tidak kunjung pulang selama berbulan-bulan.
Anak korban sempat menanyakan keberadaan ayahnya kepada LA, namun pelaku berdalih bahwa korban sedang bepergian keliling Indonesia bersama orang tua pelaku.
“Saudara atau anaknya yang lain sebenarnya curiga karena mau jalan-jalan sudah lebih dari 2 bulan, enggak pulang-pulang.
Sampai totalnya setahun, mereka juga masih mencari,” jelasnya.
Keluarga kemudian semakin khawatir setelah muncul pesan misterius yang meminta pengiriman sejumlah uang.
Akhirnya keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Dari hasil penyelidikan melalui rekaman CCTV, polisi akhirnya menemukan lokasi penyekapan korban pada 16 April 2026.
Polisi menduga pelaku menguasai kartu ATM dan buku tabungan korban setelah memperoleh nomor PIN dengan alasan membantu menyelesaikan persoalan utang keluarga.
Dari hasil penyelidikan sementara, kerugian korban diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar hingga Rp2 miliar yang berasal dari pencairan deposito serta penarikan uang tunai.
Baca juga: SOSOK Orang Terdekat Bantu Aksi Bejat Kiai Ashari, Siapkan Kamar Untuk Cabuli Santriwati
Tak hanya itu, polisi juga menemukan dugaan hilangnya perhiasan emas sekitar satu kilogram dari rumah korban.
"Selain uang tunai, ada dugaan hilangnya perhiasan emas sekitar satu kilogram dari rumah korban," ungkapnya.
Menurut polisi, motif utama pelaku diduga karena faktor ekonomi dan keinginan menjalani gaya hidup mewah menggunakan uang korban.
“Pelaku juga sempat bilang ke pacarnya atau anak korban untuk keluar dari rumah tinggal di hotel yang per malamnya Rp 2 juta, nanti biayanya biar dia (pelaku) yang nanggung, padahal itu dari uang korban,” jelasnya.
Saat ini polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut, termasuk dua pria yang diduga ikut membantu proses penyekapan korban.
“Nah, kita sedang dalami pelaku termasuk dua orang yang menyekap dan ada indikasi pelaku-pelaku lainnya.
Nanti akan kita kembangkan dari keterangan pelaku yang ditangkap,” tutupnya.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunjateng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kapolrestabes-Surabaya-Kombes-Pol-Luthfie-Sulistiawan-Jumat-852026.jpg)