Berita Viral

Doktrin Kiai Ashari Rayu Santriwati di Pati, Para Korban Tak Berdaya: Lawan Guru Berarti Lawan Tuhan

Modus tersebut disebut dilakukan agar korban menuruti keinginan pelaku tanpa berani melawan.

Tayang:
Youtube
KIAI CABUL DI PATI: Salah satu santriwati (kiri) mengurai pengakuan mengejutkan soal modus kiai cabul di Pati bernama Ashari (kanan). Korban mengaku disuruh tidur bareng pelaku. 

“Katanya apa yang dilakukan kiai itu dari alam gaib, jadi murid harus nurut walaupun arahnya negatif,” tambahnya.

Ancaman "Putus Ilmu" agar Korban Tak Melawan

KIAI CABUL DITANGKAP - Polisi berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan, Kamis (7/5/2026).
KIAI CABUL DITANGKAP - Polisi berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan, Kamis (7/5/2026). (TRIBUNNEWS)

Siasat licik lainnya adalah ancaman psikologis mengenai masa depan pendidikan para santri.

Jika ada santri yang berontak, pelaku menakut-nakuti mereka dengan memutus keberkahan ilmu yang sedang dipelajari.

“Kalau tidak manut, katanya jalur ilmunya diputus. Anak-anak jadi takut,” kata H.

Kombinasi antara rasa takut dianggap melawan Tuhan dan kekhawatiran ilmunya tidak bermanfaat membuat para korban terperangkap dalam diam selama bertahun-tahun.

H menyebut secara logika anak-anak ingin berontak, namun mental mereka sudah terkunci oleh doktrin tersebut.

“Secara normal anak-anak pasti berontak. Tapi karena sudah takut dan didoktrin terus, akhirnya nurut,” jelasnya.

Ayah Korban Diintimidasi dan Diancam Lapor Balik

Keberanian H melaporkan kasus ini ke Polres Pati pada 2024 ternyata berbuntut panjang.

Bukan mendapat dukungan, ia justru mendapatkan tekanan hebat dari pihak yang mengaku keluarga pelaku.

Sekitar satu hingga dua bulan setelah melapor, rumah H didatangi orang-orang yang memaksanya mencabut berkas laporan. Ia bahkan diancam akan dikriminalisasi balik.

“Ancaman itu laporan saya akan dipatahkan dan saya akan dituntut balik. Bahkan ada surat yang intinya meminta saya mencabut laporan,” ungkap H.

Namun, intimidasi tersebut tidak menyurutkan langkahnya.

H menegaskan bahwa perjuangannya bukan lagi sekadar soal keluarga, melainkan keselamatan generasi mendatang di pesantren tersebut.

“Saya jawab, saya tidak akan cabut laporan sampai kapan pun. Tujuan saya bukan untuk diri sendiri atau anak saya saja, tapi untuk menyelamatkan anak-anak lain,” tegasnya.

Investigasi Mandiri Sang Ayah

Aksi nekat H ini bermula dari kecurigaan setelah mendengar cerita anaknya yang baru lulus.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved