Berita Viral
TILEP Dana Desa Rp1 Miliar dan Sisakan Rp47.000, Yolly Sanjaya Foya-foya di Medan hingga Aceh
Bendahara Desa Petir, Yolly Sanjaya Wirana (44), diduga menilap dana desa senilai Rp 1,009 miliar.
TRIBUN-MEDAN.COM - Selama tujuh bulan buron, Kepala Urusan (Kaur) Keuangan atau Bendahara Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, Yolly Sanjaya Wirana (44), ternyata sempat berpindah-pindah lokasi mulai dari Kota Medan hingga Aceh.
Yolly Sanjaya Wirana (44) diduga menilap dana desa senilai Rp 1,009 miliar dan hanya menyisakan saldo Rp 47.000.
Kasat Reskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady mengatakan, tersangka ditangkap di lingkungan Sayabulu, Kota Serang, pada Senin (4/5/2026) malam setelah buron selama tujuh bulan.
Menurut Andi, Yolly baru kembali ke wilayah Serang sekitar satu bulan lalu karena mulai kehabisan biaya setelah diduga foya-foya di Medan dan Aceh selama pelariannya.
Tersangka diduga menggunakan rekening bank milik orang lain yang telah meninggal dunia untuk menampung uang hasil korupsinya.
"Informasi yang kami terima, pemilik rekening tersebut merupakan warga Aceh. Hal itu yang menjadi alasan tersangka memilih melarikan diri ke Aceh lalu ke Medan,"ujar Andi.
Kini, polisi mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang membantu pelarian tersangka.
Berdasarkan hasil penyidikan, Yolly diduga menggunakan modus pemindahan dana secara bertahap untuk menguras kas desa.
Ia memindahkan dana dari rekening kas desa ke rekening perangkat desa lain, seperti Kaur Perencanaan dan Kaur Umum, dengan alasan pendanaan kegiatan desa.
Namun, setelah uang masuk ke rekening perangkat desa tersebut, Yolly meminta dana itu ditarik kembali lalu dipindahkan ke rekening pribadinya.
Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengungkapkan total anggaran yang masuk ke kas Desa Petir pada Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp 1.416.085.961.
Hasil audit Inspektorat Kabupaten Serang menemukan kerugian negara mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
"Dari hasil audit Inspektorat, kerugian keuangan negara akibat perbuatan tersangka mencapai Rp 1.009.359.572," ungkap Andri dikutip dari Kompas.com.
Pihaknya kini fokus melakukan asset tracing untuk mengetahui ke mana saja uang pembangunan desa itu dialirkan, selain untuk pelariannya di Medan dan Aceh.
"Kita lagi tracing asetnya. Termasuk membuka semua rekening miliknya (tersangka) untuk mengetahui uang itu dipergunakan untuk apa dan ke mana saja," ujar Andi, Jumat (8/5/2026).
Penyidik menduga dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat Desa Petir itu sebagian dialihkan untuk kepentingan pribadi maupun pembelian aset tidak bergerak.
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: DAU dan DBH Bisa Biayai Kopdes Merah Putih, Sedangkan Dana Desa Wajib Dialokasikan 58,03 Persen
Tilep Dana Desa Rp1 Miliar dan Sisakan Rp47.000
Yolly Kabur ke Medan hingga Aceh
Yolly Sanjaya Wirana
Kaur Keuangan Habiskan Dana Desa
| Nonton Bareng Film 'Pesta Babi' Dibubarkan |
|
|---|
| Kampus UIN Walisongo Bentuk Tim Investigasi soal Chat Mesum Dinihari yang Diduga Dosen ke Mahasiswi |
|
|---|
| Timothy Ronald Diperiksa Kasus Penipuan Investasi Kripto, Korban Minta Polisi Serius: Harus Dilacak |
|
|---|
| Kalah 0-1 di Injury Time Lawan Adhyaksa FC, Pendukung Persipura Jayapura Ngamuk dan Bakar Dua Mobil |
|
|---|
| Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League 2026/2027: Ricuh di Luar Stadion, Dua Mobil Dibakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bendahara-Desa-Petir-Yolly-Sanjaya-Wirana.jpg)