Berita Viral

Kampus UIN Walisongo Bentuk Tim Investigasi soal Chat Mesum Dinihari yang Diduga Dosen ke Mahasiswi

Dugaan kasus pelecehan seksual mengguncang lingkungan Universitas Islam Negeri Walisongo.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/screenshot akun Instagram @pesan_uinws
TANGAKAPAN Layar chat mesum diduga oknum dosen UIN Walisongo Semarang kepada mahasiswi yang tersebar di media sosial. 

Ringkasan Berita:
  • Tersebar chat mesum diduga dosen ke mahasiswi
  • Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo telah membentuk tim investigasi
  • Kasus ini menjadi viral usai diunggah akun Instagram @pesan_uinws pada Kamis (7/5/2026) malam

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah tersebarnya chat mesum yang diduga oknum dosen terhadap mahasiswinya.

Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah diunggah akun Instagram @pesan_uinws.

Dalam unggahan disebut, perilaku tidak pantas dari oknum dosen disebut-sebut telah meresahkan mahasiswa di kampus.

Dalam unggahan itu, turut ditampilkan tangkapan layar percakapan yang berisi kalimat bernada vulgar dan diduga dikirim oleh oknum dosen kepada korban. 

“Ki bapak bergitar kok suwi-suwi meresahkan to, tulung ditindaklanjut bolo. Sudah banyak korban yang speak up melalui dm mimin,” tulis akun tersebut dalam keterangannya, dikutip Jumat (8/5/2026) malam.

Unggahan tersebut langsung menuai reaksi luas dari warganet.

Banyak pihak mendesak kampus untuk segera mengambil langkah tegas dan mengusut dugaan pelecehan seksual tersebut secara transparan. 

Sejumlah mahasiswa juga menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan akademik apabila dugaan tindakan serupa benar terjadi dan tidak segera ditindaklanjuti.

Kampus bentuk tim investigasi

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Kurnia Muhajarah, mengatakan akan mendampingi kasus yang viral itu secara tuntas.

"Tentunya proses modularnya adalah kami membentuk tim investigasi," kata Kurnia dikutip dari Kompas.com, Jumat (8/5/2026).

Untuk sementara, belum banyak yang bisa disampaikan tim investigasi ke publik.

Hal itu disebabkan tim baru dibentuk beberapa waktu lalu.  

"Jadi prosesnya adalah saat ini kami sedang melakukan investigasi terkait dengan laporan dari medsos. Saat ini kami intensif melakukan investigasi," ungkapnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved