Berita Viral

KISAH Iwan Terjerat Judol Hingga Utang Ratusan Juta di Pinjol, Sempat Ingin Akhiri Hidup Saja

Seorang pria bernama Iwan (bukan nama asli) terlilit pinjaman online akibat kebiasaan main judi online.

Tayang:
Ilustrasi
Ilustarsi permainan judi online. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria bernama Iwan (bukan nama asli) terlilit pinjaman online akibat kebiasaan main judi online. 

Iwan sempat ingin mengakhiri hidup dengan merelakan tubuhnya ditabrak truk. 

Iwan mengungkapkan kebiasaannya main judol bermula pada tahun 2019-2020.

Saat itu, Iwan melihat temannya bermain judol dan tertarik iseng untuk mencobanya sendiri.

Saat awal bermain judol, Iwan mengaku pernah deposit sebesar Rp150.000 yang menghasilkan keuntungan hingga Rp15.000.000 hanya dalam waktu sekitar 20 menit.

Kemenangan besar itu membuat Iwan kecanduan hingga terus bermain hampir setiap hari.

"Kalah penasaran, menang ketagihan,” kata Iwan saat dihubungi wartawan Warta Kota, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Belum Setahun Menikah, Wanita Ini Putuskan Bercerai usai Suami Sering KDRT dan Ketahuan Main MiChat

Baca juga: Lirik Lagu Karo Nese Embun yang Dipopulerkan oleh Sri Malem Br Bangun

Sejak saat itu, Iwan mengaku sulit berhenti dari dunia judol meski kerap mengalami kekalahan.

Ketika kalah, muncul keinginan kuat pada diri Iwan untuk melakukan deposit lagi demi mengembalikan modal yang hilang sebagai misi balas dendam.

"Terus ada hasrat ingin balas dendam kalau kita lagi kalah, 'Gua harus balikin modal gua nih'," ujarnya.

"Pas kita menang, kita punya ekspektasi, 'Ah, gua depo sejuta aja dapet lima belas juta, gimana kalau gua depo lima juta? Gua bisa dapet cepek (seratus) juta nih',” sambungnya.

Dampak Finansial 

Karena sering bermain judol dan menelan kekalahan, Iwan akhirnya nekat meminjam uang ke pinjol.

Bahkan, ia terjerat utang hingga ratusan juta rupiah akibat kecanduan judol hingga membuat hidupnya terpuruk.

Untuk menutupi kekalahan dan membayar utang sebelumnya, ia melakukan praktik "gali lubang tutup lubang" melalui pinjaman pinjol.

“Akhirnya gali lubang tutup lubang pakai pinjol karena udah mentok nggak ada duit lagi,” jelasnya. 

Bahkan, Iwan terpaksa menjual barang-barang pribadinya, termasuk koleksi kaos, CD, dan kaset yang telah dikumpulkan sejak SMP/SMA untuk melunasi utang.

Akibat kegagalan membayar banyak pinjol, Iwan kini masuk dalam daftar hitam (blacklist) OJK, sehingga tidak bisa mengajukan kredit di masa depan.

Ingin Bunuh Diri

Pada titik terendahnya, Iwan mengaku pernah memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup karena tekanan utang dan rasa frustasi setelah kalah berjudi.

“Gue sempat ada fase tiap bulan itu kepikiran mau bunuh diri aja, stress banget tiap denger notif HP bunyi karena dikejar-kejar tagihan,” ujarnya. 

Selain itu, terjadi pertengkaran hebat dengan orang tua, terutama ibu, ketika ia harus meminta bantuan finansial untuk melunasi utangnya.

Bahkan saat itu, Iwan terpikir akan mengakhiri hidup dengan menabrakkan diri ke truk yang melintas saat berangkat bekerja.

Kini, ia merasa sangat sedih dan menyesal, terutama saat harus kehilangan barang-barang koleksinya yang bernilai.

Bangkit dari Judol 

Kurang lebih 5 tahun Iwan terbelenggu judol. Akhirnya, pada 2025 tahun lalu, ia dapat berhenti total dari permainan haram tersebut dengan tenang.

Sebelum berhenti, Iwan berada dalam kondisi terpuruk dan mengalami depresi parah karena merasa hidupnya jalan di tempat dibandingkan orang lain.

Memasuki usia 30 tahun menjadi titik balik baginya untuk mengevaluasi hidup dan mencoba memulai kembali dari nol.

Iwan sempat berdoa agar diberikan pasangan hidup sebagai syarat ia bisa berhenti. Benar saja, setelah ia berhenti dari judol lantas mendapatkan seorang kekasih.

“Puji Tuhan, setelah berhenti akhirnya dapat kekasih dan gua enggak pernah lagi berurusan sama judol,” pungkasnya.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di wartakota

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved