Utang Pemerintah
Utang Pemerintah Hampir 10.000 Triliun per 31 Maret 2026, Purbaya Berencana Terbitkan Panda Bonds
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu mencatat posisi utang Rp 9.920,42 triliun per 31 Maret 20
Purbaya menjelaskan, diversifikasi pembiayaan dilakukan agar struktur pendanaan pemerintah menjadi lebih seimbang dan tidak terpusat pada satu mata uang.
Purbaya mengatakan, untuk memperkuat nilai tukar rupiah, pemerintah akan menerbitkan bond dengan China.
Dengan begitu, kata Purbaya, Indonesia tidak tergantung terlalu banyak ke dollar lagi.
Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen.
Namun, kata Purbaya, banyak orang yang tidak menyadari kondisi ini.
"Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi, itu yang tidak disadari banyak orang, sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal," kata dia.
"Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan. Jadi prospek kita bagus, teman-teman semua enggak usah takut," imbuh Purbaya.
Disuruh Bilang “Uang Pemerintah Banyak, Tak Usah Takut”
Purbaya juga mengaku mendapatkan pesan dari Presiden Prabowo Subianto.
Pesannya adalah agar menyampaikan kepada publik bahwa uang pemerintah banyak, sehingga masyarakat tidak perlu takut.
"Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa, 'uang saya cukup, duitnya banyak, jadi anda enggak usah takut'," ujar Purbaya dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam. (*/tribunmedan.com)
Sebagian artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-bantuan-subsidi-upah_blt-bantuan-upah.jpg)