Berita Viral
PRABOWO Belanja Jet Tempur Tanpa Awak Buatan Turki Disorot Malaysia: Beralih ke Teknologi Siluman
Indonesia membeli pesawat jet tempur Bayraktar KIZILELMA buatan Turki. Malaysia sebagai negara paling dekat turut menyorot Indonesia.
Secara teknis, hadirnya KIZILELMA merupakan perubahan radikal bagi doktrin udara Indonesia yang selama ini mengandalkan drone bermesin baling-baling seperti Bayraktar TB2.
Sebagai perbandingan, KIZILELMA memiliki bobot lepas landas maksimal 8.500 kg dengan kapasitas angkut senjata mencapai 1.500 kg, setara dengan pesawat tempur ringan berawak.
Desain badan pesawat yang rendah pantulan radar (low RCS) dan ruang senjata internal memungkinkan drone ini menembus sistem pertahanan udara lawan yang sangat ketat.
Hal ini menjadikan KIZILELMA sebagai aset utama pada hari-hari pertama konflik untuk melumpuhkan ancaman tanpa harus mempertaruhkan nyawa pilot.
Kemampuan operasional drone ini juga sangat mumpuni untuk menjaga wilayah kepulauan Indonesia yang luas.
Dengan ketinggian terbang hingga 45.000 kaki dan radius tempur 500 mil laut, TNI AU memiliki jangkauan yang cukup untuk memantau perbatasan terluar hingga zona ekonomi eksklusif yang sering dipersengketakan.
Teknologi radar AESA yang disematkan memastikan operator drone dapat mendeteksi dan melacak banyak target di udara maupun di laut secara bersamaan.
Keunggulan informasi ini sangat krusial untuk menghadapi penyusupan kapal asing atau ancaman udara di wilayah Natuna Utara dan sekitarnya.
Salah satu fitur paling revolusioner dari KIZILELMA adalah kemampuannya menjalankan doktrin "Loyal Wingman" atau pengawal setia.
Dalam konsep ini, drone siluman tersebut akan terbang mendampingi pesawat tempur berawak masa depan Indonesia, seperti jet tempur siluman KAAN yang juga dikembangkan bersama Turkiye.
Melalui sistem kerja sama antara pesawat berawak dan tanpa awak (MUM-T), seorang pilot manusia dapat mengendalikan beberapa drone KIZILELMA sekaligus.
Drone-drone ini bisa berfungsi sebagai sensor depan atau pembawa rudal tambahan, sehingga pesawat berawak yang lebih mahal tetap berada dalam jarak aman dari serangan musuh.
Dukungan kecerdasan buatan
Kecanggihan drone ini juga terlihat pada sistem lepas landas dan mendarat yang sepenuhnya otomatis dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).
Hal ini memungkinkan frekuensi penerbangan yang lebih tinggi selama situasi krisis tanpa membebani logistik dan personil pendukung secara berlebihan di lapangan.
| SELAMAT dari Kecelakaan Bus yang Terbakar, Kernet ALS Trauma, Pilih Berhenti Lalu Nikahi Kekasih |
|
|---|
| Keterangan Saksi Ahli Psikolog dari TNI, Sebut 4 Penyiram Air Keras Masih Layak Jadi Prajurit |
|
|---|
| PENYEBAB Menantu Bunuh Mertua di Mojokerto, Pelaku Ketahuan Aniaya Istri, Merasa tak Dihargai Korban |
|
|---|
| Dokter di Palembang Tertipu Hingga Jadi Istri Kedua 4 Tahun, Dukcapil Buka Suara soal KTP Ganda |
|
|---|
| PERINGATAN Andre, Minta Nama 'Taulany' tak Dikaitkan dengan Kasus Erin: Isinya Orang-orang Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jet-tempur-KAAN-Turki.jpg)