Berita Viral
BERIKUT 7 Langkah BI Hadapi Nilai Rupiah Makin Lemah, Gubernur BI: Pak Presiden Sudah Merestui
Kondisi nilai rupiah semakin lemah terhadap dolar AS. Kondisi ini jelas memperburuk enokomi di Indonesia.
TRIBUN-MEDAN.com - Kondisi nilai rupiah semakin lemah terhadap dolar AS. Kondisi ini jelas memperburuk enokomi di Indonesia.
Hal ini berdasarkan kurs Transaksi Bank Indonesia (BI), Kamis (7/6/2026).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah menembus level Rp 17.425 per dolar AS.
Mengantisipasi pelemahan rupiah yang terus terjadi, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan akan menempuh tujuh langkah penting untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Seluruh langkah tersebut disampaikan Perry dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026).
"Kami melaporkan kepada Pak Presiden, dan Pak Presiden merestui, dan kemudian memberikan suatu penguatan-penguatan tujuh langkah penting yang ditempuh Bank Indonesia untuk membuat rupiah kuat, membuat rupiah stabil ke depan," ujar Perry dalam keterangannya usai bertemu Presiden di Istana, dikutip Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Istrinya Kawin Lari dan Punya Kekasih Sesama Jenis, Suami Ngamuk dan Polisikan meski Sedang Hamil
Baca juga: Sosok Napi di Lapas Medan Kendalikan Peredaran Narkoba Sampai ke NTT Sudah Berjalan Empat Tahun
Langkah pertama, BI akan terus melakukan intervensi melalui pasar spot dan transaksi derivatif valuta asing (Domestic Non-Deliverable Forward/DNDF) di dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, cadangan devisa Indonesia, yang pada akhir Maret tercatat sebesar USD 148,2 miliar, masih sangat memadai sebagai amunisi untuk melaksanakan intervensi tersebut.
Kedua, kata Perry, BI dan pemerintah akan mengandalkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik kembali arus modal asing.
"Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan terhadap rupiah dan pada akhirnya memperkuat nilai tukarnya terhadap dolar AS," kata dia.
Ketiga, BI kata dia, tengah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder senilai Rp123,1 Triliun.
"Kami sudah membeli SBN dari pasar sekunder year-to-date sebesar Rp123,1 triliun dan kami akan melakukan koordinasi. Koordinasi antara fiskal dan moneter sangat erat," ucap dia.
Keempat, untuk menjaga fondasi kekuatan rupiah, BI dan Kementerian Keuangan akan memastikan likuiditas perbankan tetap lebih dari cukup serta menjaga pertumbuhan uang primer (M0) tetap tinggi.
Menurutnya, pertumbuhan uang primer terakhir mencapai 14,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kelima, Perry menyebut kalau BI akan melanjutkan kebijakan pembatasan pembelian dolar AS tunai di pasar domestik dari sebelumnya USD 100 ribu per orang per bulan menjadi USD 50 ribu per orang per bulan.
| Tragedi Maut Bus ALS vs Tangki BBM di Jalinsum, Berikut Daftar Nama Lengkap 16 Korban Tewas |
|
|---|
| Sembilan Siswa SD Dihukum Guru Makan Tanah Lumpur Gegara Main Bola, Orangtua Ngamuk |
|
|---|
| Aksi Bejat Pria Rekam Adik Ipar Mandi, Videonya Ditemukan Istri, Terancam 10 Tahun Penjara |
|
|---|
| Motif Guru Berani Pangkas Paksa Rambut Siswi SMKN 2 Garut, Bawa-bawa Jabatan Keluarga |
|
|---|
| SOSOK Chyntia Kalangit, Bupati Sitaro Korupsi Bantuan Bencana Rp 22,7 M, Modusnya Dikuak Jaksa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rupiah-dolar-tribunmedan.jpg)