Kecelakaan Bus ALS di Muratara

PILU Jasad Aryanto Sopir Truk Tangki BBM Tinggal Tengkorak, Kobaran Api Membakar Tubuh Korban

Jasad sopir truk BBM Aryanto (49) sempat tak dikenali. Kecelakaan dahsyat antara truk yang dikendarainya dengan bus ALS di Muratara

Tayang:
Istimewa
TABRAKAN - Bus ALS terlibat tabrakan maut versus truk tangki pengangkut BBM di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Insiden ini menimbulkan kebakaran hebat dan menewaskan 16 orang. (Istimewa/tribunmedan.com) 

TRIBUN-MEDAN.com - Jasad sopir truk BBM Aryanto (49) sempat tak dikenali. Kecelakaan dahsyat antara truk yang dikendarainya dengan bus ALS di Muratara, Sumsel, Rabu (6/5/2026) kemarin membuat jasad Aryanto tinggal tengkorak. 

Kecelakaan ini bukan sekadar tabrakan tetapi disertai dengan kobaran api yang melahap 20 korban. Dari 20 korban ini, 16 meninggal dunia dan 4 selamat.  

Kondisi jasad Aryanto ini diungkap oleh keluarga korban yang menanti proses identifikasi jenazah di Posko DVI Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).

Herman (44), keluarga dari Ariyanto alias Yanto, mengatakan sepupunya tersebut telah bekerja sebagai sopir tangki yang membawa minyak mentah PT Seleraya di Musi Rawas Utara (Muratara) sejak 2013.

Saat kejadian, Hariyanto baru sepekan bekerja setelah sebelumnya masuk ke dalam jadwal libur.

"Biasanya dua minggu kerja, seminggu libur. Nah, ini baru masuk seminggu kerja waktu kejadian," kata Herman saat ditemui di posko, Kamis (7/5/2026), dilansir dari Kompas.com.

Menurut Herman, pada saat kejadian, Yanto bersama kernetnya bernama Toni.

Keduanya tak berhasil selamat karena terjebak di dalam mobil hingga akhirnya hangus terbakar.

"Kemarin sempat dibedakan kantong jenazahnya yang dari bus ALS. Jenazah Yanto dan Toni itu nomornya 16 dan 15, tetapi tidak tahu yang mana karena sudah sulit dikenali," ujarnya.

Baca juga: Tragedi Maut Bus ALS vs Tangki BBM di Jalinsum, Berikut Daftar Nama Lengkap 16 Korban Tewas

Baca juga: Dishub Kota Siantar Temui Bank Indonesia, Buka Opsi Bayar Parkir Pakai QRIS

Setelah identifikasi selesai, jenazah Yanto rencananya akan dibawa ke Dusun Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, Sumatra Selatan.

"Rencananya dimakamkan di dusun karena anak dan istrinya di sana. Kami masih menunggu kabar dari polisi," ucapnya.

Warga Muratara ini meninggalkan istri dan tiga anaknya.

Maryun (53), paman Aryanto, mengatakan sejumlah anggota keluarga hadir ke rumah sakit, termasuk istri dan anak-anak korban.

Maryun juga mengaku sempat melihat kondisi jenazah korban di rumah sakit dalam kondisi tinggal kerangka saja.

“Aryanto tinggal di Desa Belani, Kabupaten Musi Rawas Utara. Dia memiliki tiga orang anak,” kata Maryun saat diwawancarai di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved