Kecelakaan Bus ALS di Muratara

PILU Jasad Aryanto Sopir Truk Tangki BBM Tinggal Tengkorak, Kobaran Api Membakar Tubuh Korban

Jasad sopir truk BBM Aryanto (49) sempat tak dikenali. Kecelakaan dahsyat antara truk yang dikendarainya dengan bus ALS di Muratara

Tayang:
Istimewa
TABRAKAN - Bus ALS terlibat tabrakan maut versus truk tangki pengangkut BBM di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Insiden ini menimbulkan kebakaran hebat dan menewaskan 16 orang. (Istimewa/tribunmedan.com) 

Hal ini dikarenakan mayoritas korban ditemukan dalam kondisi luka bakar serius yang menyulitkan pengenalan secara fisik.

 Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh keluarga yang merasa memiliki anggota keluarga di dalam bus ALS tersebut untuk segera mendatangi Posko DVI. 

Keluarga diminta membawa data-data pendukung untuk proses identifikasi primer maupun sekunder, antara lain:

Identitas resmi (KTP/Kartu Keluarga/ijazah).
Data medis (hasil rontgen gigi, catatan medis, atau ciri fisik khusus).
Data profil DNA jika diperlukan.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, AKBP dr. Andrianto mengatakan, tindakan pemeriksaan jenazah akan dilakukan pagi ini dibantu dengan tim DVI yang sudah dibentuk.

"InsyaAllah pagi ini jam 8 pagi kami mulai. Tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan yang direncanakan tim DVI, kita juga menunggu tim dari Jakarta," ujar Andrianto.

Pemeriksaan dan proses identifikasi jenazah dibantu oleh 30 orang tenaga medis serta tujuh orang dokter forensik.

"Ada lima dokter forensik dari Jakarta. Jadi total kita ada tujuh dokter forensik yang membantu proses identifikasi," katanya.

Proses identifikasi jenazah akan memakan waktu selama beberapa hari dikarenakan kondisi jenazah yang mengalami luka bakar.

"Karena kondisi jenazah mengalami luka bakar, proses identifikasi cukup sulit dan membutuhkan waktu beberapa hari. Untuk membantu identifikasi, kami mulai mendata dari pihak keluarga mengenai ciri-ciri korban," tuturnya.

Andrianto mengimbau, jika ada pihak keluarga yang merasa kehilangan salah satu anggotanya, silakan menghubungi posko DVI Polri di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang atau menghubungi call center posko tim DVI 082178038910 (Dokpol).

"Langsung lapor ke posko, nanti akan dijelaskan persyaratannya seperti KTP, ijazah, dan pemeriksaan dokter yang diperlukan," katanya.

Hingga Kamis pagi, dilaporkan sudah ada sekitar lima jenazah yang mulai mendekati hasil identifikasi pasti, termasuk pengemudi truk tangki bernama Aryanto dan sopir bus ALS bernama Alif.

Namun, pihak RS Bhayangkara menegaskan akan melakukan verifikasi saintifik secara menyeluruh sebelum jenazah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.

"Ini bukan bicara soal durasi lama atau cepat, tapi ketepatan. Kami melakukan rekonsiliasi gabungan dari hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati hasil identifikasi pasti, namun kami masih menunggu keputusan pimpinan untuk diumumkan secara resmi," katanya menambahkan. 

Kronologi

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved