Kecelakaan Bus ALS di Muratara

KISAH Pilu Kecelakaan Bus ALS vs Mobil Tangki BBM: Pasutri dan Bayinya Meninggal, Niat Merantau

Insiden kecelakaan maut ALS vs mobil tangki BBM di Muratara menguak kisah pilu. Satu keluarga meninggal dunia salam kecelakaan ini.

Tayang:
TRIBUN MEDAN
Rohma, adik Aldi Sulistyawan bercerita, kakaknya bersama istri dan anak sedang dalam perjalanan hendak ke Pekanbaru untuk merantau.  

TRIBUN-MEDAN.com - Insiden kecelakaan maut ALS vs mobil tangki BBM di Muratara menguak kisah pilu. Satu keluarga meninggal dunia salam kecelakaan ini.

Seorang ayah, Ibu dengan anaknya yang masih bayi berusia 18 bulan menjadi korban tewas pada kecelakaan yang terjadi di Muratara Sumsel pada Rabu (6/5/2026) lalu.  

Ibu bernama Hani dan bayinya bernama Bella (18 bulan) telah diidentifikasi meninggal dunia. Sedangkan suaminya bernama Aldi Sulistyawan juga meninggal dunia.

Polisi telah mengeluarkan pernyataan bahwa sebanyak 16 orang meninggal dan 4 orang selamat. 

Jenazah 16 orang, Kamis (7/5/2026), subuh, telah tiba di Instalasi forensik RS Bhayangka Moh Hasan Palembang guna diidentifikasi sebab kondisinya yang hangus terbakar. 

Rohma, adik Aldi Sulistyawan bercerita, kakaknya bersama istri dan anak sedang dalam perjalanan hendak ke Pekanbaru untuk merantau. 

Kata Rohma, ia awalnya tak mengetahui bahwa sang kakak berangka ke Pekanbaru mengajak istrinya, Hani, dan anaknya yang baru berumur 1,5 tahun bernama Bella.

Ia diberitahu oleh ayahnya jika mobil yang dinaiki oleh kakaknya mengalami kecelakaan.

"Saat itu tidak ada interaksi sama sekali dengan kakak saya itu, tahu-tahunya sudah berangkat. Nah, saya dikabari oleh ayah saya jika mobil kakak saya kecelakaan dan memakan korban jiwa," ujar Rohma saat dijumpai di RS Bhayangkara Palembang pada Kamis (7/5/2026).

Saat itu Rohma yang panik segera mencari tahu keberadaan jasad keluarganya, Aldi Sulistyawan, Hani, dan Bella.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menahan kesedihan menunggu hasil autopsi selesai.

"Saya langsung berangkat ke RSUD Lubuklinggau, tapi dialihkan ke RS Bhayangkara. Saya langsung berangkat ke sini, jam 5 tadi sampai," ujar Rohma.

Baca juga: Sembilan Siswa SD Dihukum Guru Makan Tanah Lumpur Gegara Main Bola, Orangtua Ngamuk

Baca juga: Aksi Bejat Pria Rekam Adik Ipar Mandi, Videonya Ditemukan Istri, Terancam 10 Tahun Penjara

Rohma yang tak kuasa sesekali mengusap matanya yang berkaca-kaca melihat nasib tragis yang dialaminya.

"Semoga kakak, istri, dan anaknya dapat tenang, ditempatkan di sisi Allah," tutupnya.

Kini Rohma tengah mengurus administrasi dan menunggu jasad korban dikeluarkan dari ruang autopsi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved