Berita Viral

Perjuangan Sekolah Mandala Rizky Berakhir, Siswa SMK 4 Pakai Sepatu Kesempitan Berujung Meninggal

Mandala sebenarnya pernah mengeluh soal sepatu kepada ibunya, tetapi informasi itu tidak segera diteruskan ke sekolah. 

Tayang:
Instagram
VIRAL SISWA MENINGGAL - Foto mendiang Mandala Rizky Syahputra, siswa SMKN 4 Samarinda kelas XI jurusan pemasaran. Ia dikabarkan meninggal dunia pada 24 April 2026 lalu diduga karena terpaksa pakai sepatu kekecilan. 

Sebelum semua rencana bantuan itu terlaksana, kabar duka datang. Jumat dinihari kakak Mandala mengabarkan melalui WhatsApp kepada Wali Kelas dan Waka Kesiswaan bahwa Mandala telah meninggal dunia.

Kakaknya juga memberitahukan bahwa tidak ada dana untuk pemulasaran jenazah.

Melihat keterbatasan ekonomi keluarga, sekolah turun tangan penuh dalam proses fardu kifayah:

Menanggung biaya pemandian, pengkafanan, dan penguburan. 

Menyediakan ambulans.

Menyalatkan jenazah Mandala di sekolah, dihadiri guru dan teman-teman.

Siswa dan guru pun berdonasi untuk pihak keluarga Mandala. Donasi diserahkan setelah penguburan Mandala

Pihak Sekolah Membantah

Pihak SMKN 4 Samarinda menegaskan hingga saat ini, belum bisa dipastikan penyebab kematian siswa malang tersebut.

"Sepatu bukan penyebab kematian. Tanpa ada diagnosa medis yang lengkap, maka sepatu tidak dapat disebut sebagai penyebab kematian karena belum terbukti. Tidak ditemukan luka pada bagian kaki baik di tumit ataupun jari-jari kaki. Kaki membengkak di bagian punggung," jelas dalam keterangan tersebut.

Fakta lain terungkap, Ibu Mandala sendiri mengakui bahwa beliau melarang anaknya bercerita tentang kesulitan keluarga kepada sekolah atau teman-teman. 

SISWA SMK MENINGGAL - Ibu Mandala Rizky Syahputra, Ratnasari, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kepergian putranya di kediamannya di Jalan KH Ahmad Dahlan Gang 2, Samarinda, Rabu (29/4/2026). Mandala meninggal dunia akibat komplikasi kesehatan yang bermula dari hal sepele: sepatu sekolah yang kekecilan.
SISWA SMK MENINGGAL - Ibu Mandala Rizky Syahputra, Ratnasari, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kepergian putranya di kediamannya di Jalan KH Ahmad Dahlan Gang 2, Samarinda, Rabu (29/4/2026). Mandala meninggal dunia akibat komplikasi kesehatan yang bermula dari hal sepele: sepatu sekolah yang kekecilan. (Kompas.com/Pandawa Borniat)

Mandala sebenarnya pernah mengeluh soal sepatu kepada ibunya, tetapi informasi itu tidak segera diteruskan ke sekolah. 

Sekolah baru mengetahui hal ini pada kunjungan kedua di hari Kamis, 23 April 2026.

Setiap kali ibu atau Mandala meminta bantuan, sekolah segera merespons. memberikan bantuan uang, menyalurkan zakat, berusaha untuk membantu mengaktifkan BPJS, melakukan kunjungan rumah, memberikan bantuan tunai dan makanan, hingga merencanakan pembelian sepatu dan bantuan medis.

Berdasarkan keterangan kakak dan ibunya, Mandala ternyata tidak pernah diperiksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan lainnya, sehingga penyebab pasti meninggalnya tidak diketahui secara medis. 

Ibu Mandala hanya mengoleskan minyak angin roll-on pada bengkak di kaki Mandala dan memberinya vitamin penambah darah karena berasumsi Mandala mengalami kurang darah. 

"Adapun keterangan mengenai sakit yang disampaikan ke pihak sekolah bersifat non-medis. pun tidak benar. Ini baru diketahui pihak sekolah berdasarkan pengakuan Ibu Mandala saat kunjungan pada Jumat, 1 Mei 2026," lanjut SMKN 4 Samarinda.

Terlepas dari kejadian ini, pihak sekolah turut prihatin atas kejadian yang menimpa Mandala.

Diharapkan ada pelajaran yang bisa dipetik sehingga tidak terulang kejadian sama di kemudian hari.

"Segenap keluarga besar SMK 4 turut berduka cita atas berpulangnya Mandala Rizky Syaputra, siswa kelas XI Pemasaran 2 yang kami cintai."

"Agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat, kami ingin berbagi cerita kronologis kejadian ini dengan hati yang terbuka. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengenang dan memetik pelajaran bersama," tegas SMKN 4 Samarinda.

Penjelasan sang Ibu

Sang ibu, Ratnasari (40) membenarkan anaknya menderita komplikasi kesehatan.

Diketahui Mandala memiliki ukuran kaki 44, namun terpaksa memakai sepatu ukuran 40.

Ia berkali-kali meminta agar dibelikan sepatu baru kepada ibunya.

“Setiap hari itu merah, sakit sekali. Tapi dia tetap pakai sepatu itu."

"Diselipkan pembungkus buah warna pink supaya tidak sakit,” ujar Ratnasari, dikutip dari Kompas.com, Selasa (5/5/2026).

Ratnasari melanjutkan, kondisi Mandala semakin buruk saat sang anak magang di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda.

Ia kerap berdiri lama sehingga memperparah kondisi infeksi.

Selain kakinya sakit, Mandala juga nafsu makannya turun karena sakit.

Akibatnya tubuhnya semakin kurus hari demi hari.

Puncaknya, Mandala meninggal dunia saat dalam kondisi tidur.

“Dia bilang, ‘Bu, bisa tidak belikan Mandala sepatu?’ Saya bilang nanti dulu."

"Dia jawab, ‘Mandala lupa kalau Mandala anak yatim,’” tutur Ratnasari sambil menahan tangis.

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved