Berita Viral

Perjuangan Sekolah Mandala Rizky Berakhir, Siswa SMK 4 Pakai Sepatu Kesempitan Berujung Meninggal

Mandala sebenarnya pernah mengeluh soal sepatu kepada ibunya, tetapi informasi itu tidak segera diteruskan ke sekolah. 

Tayang:
Instagram
VIRAL SISWA MENINGGAL - Foto mendiang Mandala Rizky Syahputra, siswa SMKN 4 Samarinda kelas XI jurusan pemasaran. Ia dikabarkan meninggal dunia pada 24 April 2026 lalu diduga karena terpaksa pakai sepatu kekecilan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Perjuangan Mandala Rizky menempuh ilmu di SMK 4 Samarinda telah berkahir, usai diduga memakai sepatu kesempitan berujung meninggal.

Seorang siswa SMK 4 Samarinda, Kalimantan Timur, itu  meninggal dunia setelah diduga terpaksa memakai sepatu yang kekecilan berujung mengalami masalah kesehatan.

Diketahui siswa bernama ini Mandala Rizky Syahputra (16) berasal dari keluarga tidak mampu.

Sejak kelas X diketahui Mandala sudah mendapat perhatian dari wali kelas.

Bantuan berupa seragam jurusan dan perlengkapan sekolah sudah diberikan, sembako, bahkan sampai uang sewa kontrakan.

Baca juga: Kernet Bus ALS Asal Sibolga Selamat, Lompat dari Jendela saat Tabrakan dengan Truk Tangki

Sementara pihak sekolah SMKN 4 Samarinda sudah menanggapi soal meninggalnya Mandala lewat keterangan tertulis yang diunggah pada Senin (4/6/2026) kemarin di Instagram.

Dalam postingan tersebut dibeberkan secara lengkap kronologi meninggalnya Mandala.

Berikut informasi lengkapnya dikutip dari Instagram @smkn4_samarinda, Rabu (6/5/2026):

Bulan Ramadhan 2026

Sekolah bekerjasama dengan mitra industri menyelenggarakan Praktik Kerja Pra PKL bagi jurusan Pemasaran.

Pembekalan dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari 2026 dan pelaksanaan dimulai pada Senin, 9 Februari 2026 sampai 20 Maret 2026. Mandala adalah salah satu siswa yang sangat antusias.

14 Maret 2026

Di akhir Ramadhan, sekolah menyalurkan zakat sebesar Rp 200.000 kepada Mandala. Zakat diambil oleh perwakilan kakak Mandala. Pembagian zakat merupakan program rutin tahunan sekolah sebagai bentuk kepedulian kepada siswa yang membutuhkan.

30-31 Maret 2026

Mandala masih hadir ke sekolah mengikuti pembelajaran.

1 April 2026

Mandala hadir, tapi wajahnya pucat. Guru PKn langsung menyarankannya untuk beristirahat di rumah karena kondisi fisiknya sudah tak memungkinkan.

2 April 2026 

Mandala izin sakit tidak mengikuti pembelajaran. 

9 April 2026

Mandala izin sakit tidak dapat mengikuti pembelajaran, disampaikan melalui WhatsApp ke wali kelas.

10 April 2026

Ibu Mandala datang meminta bantuan uang Rp1.100.000 untuk biaya pengobatan non-medis (dimandikan di Tenggarong). Sekolah segera memberikannya dari kas masjid sekolah.

Pihak sekolah juga menyarankan agar Mandala diperiksakan ke layanan kesehatan agar diketahui penyakitnya secara medis.

Beberapa hari kemudian Ibunya Mandala datang meminta bantuan lagi dengan alasan yang sama.

13-15 April 2026

Ada pelaksanaan USK program keahlian MPLB (Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis) pada tanggal 13-14 April 2026 dan konsentrasi keahlian Akuntansi pada hari Rabu 15 April 2026 sehingga pembelajaran untuk kelas X dan XI dilakukan secara daring.

16-17 April 2026

Mandala kembali izin sakit tidak mengikuti pembelajaran di sekolah, surat izin dikirimkan melalui WhatsApp kepada wali kelas.

20 April 2026

Mandala mengirim foto kakinya yang mulai bengkak ke wali kelas. Ia kembali meminta bantuan dana dan mencantumkan nomor rekening.

21 April 2026

Wali kelas, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan (yang merupakan wali kelas Mandala di Kelas X dahulu), dan dua teman sekelas langsung
berkunjung ke rumah Mandala. 

Baca juga: TAMPANG Kiai Ashari Tersangka Cabuli 50 Santriwati Ditangkap, Rupanya Sempat Kabur Berpindah Tempat

Mereka ingin memastikan kondisi aslinya. Dari kunjungan tersebut ditemukan:

Mandala terlihat lemah, suara kecil dan pelan, jalannya lambat, serta tangannya gemetar.
Keluarga punya BPJS, tapi tidak aktif karena tunggakan.

Sekolah membantu mengurus pengaktifan namun terkendala administrasi kependudukan.
22 April 2026

Mandala mengabarkan bahwa kaki bengkaknya mulai kempes. Semua lega, mengira kondisi kesehatan mulai membaik.

Baca juga: Fakta Kiai Ashari Ditangkap, Kabur Dibantu Sopir Pribadinya, Sembunyi di Rumah Juru Kunci Wonogiri

23 April 2026

Wali kelas dan teman-teman kembali berkunjung. Kali ini mereka membawa bantuan uang tunai sekitar Rp650.000, roti, dan susu. 

Saat kunjungan ini, Ibu Mandala baru menyampaikan bahwa sepatu anaknya sudah tak muat dipakai. 

Mandala pernah mengeluh soal itu kepada ibunya, tapi ibunya sendiri mengakui bahwa ia melarang Mandala bercerita ke sekolah atau teman- teman. 

"Jangan sampai orang tahu kita kesusahan," pesan itu yang sering disampaikan Ibunya kepada Mandala. Mendengar itu, wali kelas segera bergerak. 

Ia berkoordinasi dengan teman sekelas untuk membelikan sepatu baru.

Rencana bantuan pun disusun. Selain sepatu, wali kelas bersama teman-temannya di sekolah juga berencana membawa Mandala ke puskesmas untuk diinfus pada hari Jumat sambil menunggu pengaktifan BPJS.

24 April 2026

Sebelum semua rencana bantuan itu terlaksana, kabar duka datang. Jumat dinihari kakak Mandala mengabarkan melalui WhatsApp kepada Wali Kelas dan Waka Kesiswaan bahwa Mandala telah meninggal dunia.

Kakaknya juga memberitahukan bahwa tidak ada dana untuk pemulasaran jenazah.

Melihat keterbatasan ekonomi keluarga, sekolah turun tangan penuh dalam proses fardu kifayah:

Menanggung biaya pemandian, pengkafanan, dan penguburan. 

Menyediakan ambulans.

Menyalatkan jenazah Mandala di sekolah, dihadiri guru dan teman-teman.

Siswa dan guru pun berdonasi untuk pihak keluarga Mandala. Donasi diserahkan setelah penguburan Mandala

Pihak Sekolah Membantah

Pihak SMKN 4 Samarinda menegaskan hingga saat ini, belum bisa dipastikan penyebab kematian siswa malang tersebut.

"Sepatu bukan penyebab kematian. Tanpa ada diagnosa medis yang lengkap, maka sepatu tidak dapat disebut sebagai penyebab kematian karena belum terbukti. Tidak ditemukan luka pada bagian kaki baik di tumit ataupun jari-jari kaki. Kaki membengkak di bagian punggung," jelas dalam keterangan tersebut.

Fakta lain terungkap, Ibu Mandala sendiri mengakui bahwa beliau melarang anaknya bercerita tentang kesulitan keluarga kepada sekolah atau teman-teman. 

SISWA SMK MENINGGAL - Ibu Mandala Rizky Syahputra, Ratnasari, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kepergian putranya di kediamannya di Jalan KH Ahmad Dahlan Gang 2, Samarinda, Rabu (29/4/2026). Mandala meninggal dunia akibat komplikasi kesehatan yang bermula dari hal sepele: sepatu sekolah yang kekecilan.
SISWA SMK MENINGGAL - Ibu Mandala Rizky Syahputra, Ratnasari, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kepergian putranya di kediamannya di Jalan KH Ahmad Dahlan Gang 2, Samarinda, Rabu (29/4/2026). Mandala meninggal dunia akibat komplikasi kesehatan yang bermula dari hal sepele: sepatu sekolah yang kekecilan. (Kompas.com/Pandawa Borniat)

Mandala sebenarnya pernah mengeluh soal sepatu kepada ibunya, tetapi informasi itu tidak segera diteruskan ke sekolah. 

Sekolah baru mengetahui hal ini pada kunjungan kedua di hari Kamis, 23 April 2026.

Setiap kali ibu atau Mandala meminta bantuan, sekolah segera merespons. memberikan bantuan uang, menyalurkan zakat, berusaha untuk membantu mengaktifkan BPJS, melakukan kunjungan rumah, memberikan bantuan tunai dan makanan, hingga merencanakan pembelian sepatu dan bantuan medis.

Berdasarkan keterangan kakak dan ibunya, Mandala ternyata tidak pernah diperiksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan lainnya, sehingga penyebab pasti meninggalnya tidak diketahui secara medis. 

Ibu Mandala hanya mengoleskan minyak angin roll-on pada bengkak di kaki Mandala dan memberinya vitamin penambah darah karena berasumsi Mandala mengalami kurang darah. 

"Adapun keterangan mengenai sakit yang disampaikan ke pihak sekolah bersifat non-medis. pun tidak benar. Ini baru diketahui pihak sekolah berdasarkan pengakuan Ibu Mandala saat kunjungan pada Jumat, 1 Mei 2026," lanjut SMKN 4 Samarinda.

Terlepas dari kejadian ini, pihak sekolah turut prihatin atas kejadian yang menimpa Mandala.

Diharapkan ada pelajaran yang bisa dipetik sehingga tidak terulang kejadian sama di kemudian hari.

"Segenap keluarga besar SMK 4 turut berduka cita atas berpulangnya Mandala Rizky Syaputra, siswa kelas XI Pemasaran 2 yang kami cintai."

"Agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat, kami ingin berbagi cerita kronologis kejadian ini dengan hati yang terbuka. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengenang dan memetik pelajaran bersama," tegas SMKN 4 Samarinda.

Penjelasan sang Ibu

Sang ibu, Ratnasari (40) membenarkan anaknya menderita komplikasi kesehatan.

Diketahui Mandala memiliki ukuran kaki 44, namun terpaksa memakai sepatu ukuran 40.

Ia berkali-kali meminta agar dibelikan sepatu baru kepada ibunya.

“Setiap hari itu merah, sakit sekali. Tapi dia tetap pakai sepatu itu."

"Diselipkan pembungkus buah warna pink supaya tidak sakit,” ujar Ratnasari, dikutip dari Kompas.com, Selasa (5/5/2026).

Ratnasari melanjutkan, kondisi Mandala semakin buruk saat sang anak magang di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda.

Ia kerap berdiri lama sehingga memperparah kondisi infeksi.

Selain kakinya sakit, Mandala juga nafsu makannya turun karena sakit.

Akibatnya tubuhnya semakin kurus hari demi hari.

Puncaknya, Mandala meninggal dunia saat dalam kondisi tidur.

“Dia bilang, ‘Bu, bisa tidak belikan Mandala sepatu?’ Saya bilang nanti dulu."

"Dia jawab, ‘Mandala lupa kalau Mandala anak yatim,’” tutur Ratnasari sambil menahan tangis.

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved