Berita Viral

18 Siswi di Garut Trauma, Dedi Mulyadi Bawa Korban ke Salon Perbaiki Rambut yang Dipotong Guru BK

Terlebih, siswi yang mengenakan hijab diminta membuka kerudungnya sebelum rambutnya diperiksa dan dipotong.

Tayang:
Tribunjabar.com
BAWA KE SALON - Foto dokumentasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku telah membawa 18 siswi SMKN 2 Garut yang rambutnya dirazia guru ke salon untuk dirapikan. 

TRIBUN-MEDAN.com - 18 siswi di Garut trauma usai rambutnya dipotong oleh guru BK.

Bahkan siswa yang berkurung disuruh membuka kerudungnya.

Orang tua yang tak terima pun mengadu ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Baca juga: Jasad Warga Binjai yang Wafat di Kamboja Ditindaklanjuti KBRI, Keluarga Butuh Biaya Pemulangan

Dedi pun membawa korban ke salon untuk merapikan rambut mereka.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu belum menjelaskan sanksi terhadap guru tersebut.

Ia justru meminta publik menunggu penjelasan lengkap melalui kanal YouTube pribadinya.

Baca juga: BIODATA Cheryl Darmadi Disorot karena Rekening Rp455 Miliar Jadi Incaran Komplotan Penculik-Pembunuh

Dedi menyebut para siswi yang sebelumnya menjadi korban pemotongan rambut telah bertemu dengannya bersama orang tua masing-masing. 

Dedi memastikan penanganan awal telah dilakukan dengan merapikan rambut mereka di salon.

“Anak-anaknya sudah merapikan rambutnya di salon. Kemarin sudah saya kirim, jumlahnya 18 orang, sudah selesai,” ujar Dedi, Rabu (6/5/2026).

RAMBUT SISWA DIPOTONG - Para siswi nampak menunjukkan potongan rambut mereka yang diduga dipangkas secara paksa oleh seorang oknum guru, orang tua sampai marah besar.
RAMBUT SISWA DIPOTONG - Para siswi nampak menunjukkan potongan rambut mereka yang diduga dipangkas secara paksa oleh seorang oknum guru, orang tua sampai marah besar. (Kompas.com)

Terkait dugaan pelanggaran oleh guru, Dedi tidak memberikan penjelasan rinci.

Dedi hanya menyebut kronologi lengkap akan disampaikan melalui tayangan video di Channel Youtube pribadinya.

“Nanti ada tayangannya sore ini di YouTube saya agar bisa dilihat jelas apa yang dilakukan,” katanya.

Kronologi

Insiden ini bermula sesaat setelah para siswi menyelesaikan kegiatan olahraga.

Suasana sekolah yang semula tenang berubah menjadi penuh isak tangis ketika aksi pemotongan rambut dilakukan secara mendadak.

Asep Muhidin, selaku kuasa hukum para siswi, membeberkan kronologi kejadian berdasarkan pengaduan yang diterima melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Stainus Garut.

Baca juga: Perjalanan Penuh Berkah : Perjuangan Bapak Pedagang Molen yang Rajin Beribadah

Ia menjelaskan bahwa razia dilakukan tepat saat para siswi kembali ke dalam kelas. 

Oknum guru tersebut masuk membawa gunting dan langsung menyasar para siswi, termasuk mereka yang mengenakan kerudung.

"Alasannya ada laporan masyarakat soal warna rambut, tapi kami pertanyakan dasar laporannya. Kenapa tidak melibatkan orang tua, itu lebih etis," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/5/2026).

Asep menilai tindakan pihak sekolah sangat berlebihan dan tidak memikirkan dampak psikologis anak didik.

TANGIS Siswi SMKN 2 Garut Rambutnya Dipotong Guru Meski Pakai Kerudung, Ortu Ancam Bawa Jalur Hukum
RAMBUT SISWA DIPOTONG - Para siswi nampak menunjukkan potongan rambut mereka yang diduga dipangkas secara paksa oleh seorang oknum guru, orang tua sampai marah besar.

Apalagi, selama ini para siswi tersebut selalu menutupi rambut mereka dengan kerudung saat berada di lingkungan sekolah.

Hingga Selasa (5/5/2026), upaya mediasi yang digelar di Kantor Cabang Dinas (Cadin) Pendidikan Wilayah XI Garut antara pihak sekolah dan wali murid dikabarkan masih belum menemui titik terang.

Meski pihak sekolah telah melayangkan permohonan maaf, beberapa orang tua menolak untuk menandatangani kesepakatan damai begitu saja.

Baca juga: Dedikasi Tanpa Cacat, Aiptu Daulat Matondang Naik Pangkat Jadi Ipda

"Tadi (ada pertemuan) di Cadin (Cabang Dinas Pendidikan Jabar) XI Garut tapi belum ada hasil mediasi, sebagai orangtua juga diajak ke sekolah diminta tandatangan penerimaan permohonan maaf," ucap Asep.

Ketegangan semakin meningkat lantaran ada tuntutan tegas dari pihak wali murid.

Beberapa orang tua mendesak agar oknum guru yang bersangkutan segera dimutasi.

Alasan utamanya adalah trauma mendalam yang dialami para siswi hingga membuat mereka enggan untuk kembali menginjakkan kaki di sekolah.

Baca juga: PREDIKSI Skor Bayern Munchen Vs PSG Leg 2 Semifinal, Munchen Diunggulkan Bertemu Arsenal

"Dari klien kami ada yang tidak mau memaafkan sebelum guru yang terlibat dipindah tugaskan karena putrinya itu mengalami trauma tidak mau sekolah," katanya.

Jika aspirasi ini tidak segera direspons secara serius oleh sekolah, Asep menegaskan bahwa pihaknya siap membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Kalo keinginan klien kami tidak dipenuhi, maka kami akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala SMKN 2 Garut, Nur Al Purqon, memberikan klarifikasi terkait aksi yang dilakukan stafnya.

Ia berdalih bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekolah dalam menegakkan kedisiplinan setelah menerima masukan dari berbagai pihak.

Baca juga: PREDIKSI Skor Bayern Munchen Vs PSG Leg 2 Semifinal, Munchen Diunggulkan Bertemu Arsenal

"Terjadi pemotongan rambut anak yang diwarnai, karena tim BK itu akumulasi dari laporan dari wali kelas dan laporan dari masyarakat bahwa anak SMK katanya rambutnya berwarna bebas," ujar Nur Al Purqon saat ditemui di kantornya.

Pihak sekolah mengklaim bahwa sebenarnya persoalan ini tengah diupayakan selesai secara kekeluargaan.

Selain meminta maaf, sekolah juga menawarkan bantuan untuk memperbaiki kondisi rambut para siswi yang terdampak razia tersebut.

"Kita juga meminta maaf kepada siswi itu, sambil anak tersebut mau diperbaiki rambutnya karena sudah dipotong," pungkasnya.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved