Berita Viral

VIRAL Curhat Ibu Sebut Anaknya Dijadikan Tersangka, Diintimidasi, Sampai Dicekokin Daging Babi

Tak hanya itu, ia pun menduga ada praktik tidak adil, di mana pelaku yang seharusnya ditangkap justru disebut dilindungi oleh oknum tertentu.

Tayang:
DOk Istimewa
DIJADIKAN TERSANGKA - Ilustrasi untuk berita curhat ibu sebut anaknya dijadikan tersangka atas kesalahan yang tak dilakukannya. Ia juga menyebut anaknya diintimidasi sampai dicekokin daging babi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Viral curhat ibu sebut anaknya dijadikan tersangka atas kesalahan yang tak dilakukannya.

Ia juga menyebut anaknya diintimidasi sampai dicekokin daging babi.

Kini wanita itu pun mengadu ke Dedi Mulyadi dan pengacara Hotman Paris. 

Baca juga: Bayar PKB Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Penyerahan Hak Milik Bisa melalui Jual Beli atau Hibah

Diketahui pasangan suami istri tersebut bernama Antoro (62) dan Eni (46) warga Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran.

Curhatan yang direkam dalam video berdurasi 2 menit 39 detik itu berisi dugaan ketidakadilan oknum aparat di wilayah Polres Pangandaran.

Dengan suara bergetar, sang ibu itu menyebut anaknya, BAS, yang masih berusia 18 tahun.

Baca juga: Citra Destinasi Muda dan Energik, Paduan Musik Elektronik, Air, dan Kuliner Pikat Pengunjung  

Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang disebut bukan perbuatannya.

Ia bahkan menuding adanya tindakan kekerasan dan intimidasi yang dialami sang anak selama proses pemeriksaan.

"Anak saya dipaksa mengaku (obat terlarang)  yang bukan miliknya. Dipukul, diintimidasi, bahkan dipaksa makan daging babi," ujar Eni dikutip Tribun Jabar, Minggu (3/5/2026) siang.

Tak hanya itu, ia pun menduga ada praktik tidak adil, di mana pelaku yang seharusnya ditangkap justru disebut dilindungi oleh oknum tertentu.

Baca juga: Lirik Lagu Batak Ai Adong Do Tuhanku Dipopulerkan oleh Nadia Sister

Kondisi itu membuat pihak keluarga merasa tak berdaya dan bingung harus mengadu ke mana.

Dalam pesannya, Eni memohon agar Deddy Mulyadi dan Hotman Paris bisa datang langsung ke Desa Kertamukti untuk membantu memperjuangkan keadilan bagi anaknya.

"Kami rakyat kecil, tidak tahu harus ke mana lagi mencari keadilan," ucapnyam

Video ini pun langsung memicu reaksi luas dari masyarakat. Banyak warganet mendesak aparat terkait untuk memberikan klarifikasi dan memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan adil.

Tanggapan Polres Pangandaran

Sementara itu, pihak Polres Pangandaran memberikan tanggapan kasus ini.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved