Breaking News

Berita Nasional

Menteri ESDM Pastikan Minyak dari Rusia Segera Tiba, Bahlil: Yang Penting Stok Kita Ada

Meski demikian, ia belum mengungkapkan secara detail berapa volume minyak yang akan diimpor maupun kilang mana

Tayang:
TRIBUN MEDAN/KOMPAS.com RIKI ACHMAD SAEPULLOH
GEBRAKAN MENTERI BAHLIL - Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia mulai mencari sumber baru minyak mentah di luar Timur Tengah guna mengurangi risiko gangguan pasokan akibat konflik geopolitik. 

TRIBUN-MEDAN.com -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia dalam waktu dekat akan menerima pasokan minyak mentah dari Rusia.

Kepastian Bahlil tentang minyak dari Rusia ini akan tiba di Indonesia usai belum adanya kepastian pasokan dari Timur Tengah akibat kapal tanker tertahan di Selat Hormuz.

Minyak Rusia Segera Masuk, Pemerintah Prioritaskan Stok Nasional

Bahlil menegaskan bahwa langkah ini semata-mata untuk memastikan ketahanan energi tetap terjaga.

“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Dan untuk (minyak mentah) Rusia sebentar lagi masuk ya,” ujarnya.

Meski demikian, ia belum mengungkapkan secara detail berapa volume minyak yang akan diimpor maupun kilang mana yang akan mengolahnya di dalam negeri.

Fokus utama pemerintah saat ini, menurutnya, adalah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), baik solar maupun bensin dengan berbagai tingkat oktan.

“Dalam keadaan kondisi kayak begini negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting,” tegasnya.

Skema Bisnis dan Peluang Impor LPG

Terkait mekanisme impor minyak mentah dari Rusia, Bahlil menjelaskan bahwa prosesnya dilakukan melalui skema business to business (B2B), bukan langsung antarnegara.

Tak hanya minyak mentah, pemerintah juga membuka kemungkinan untuk mengimpor liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia. Namun, rencana tersebut masih berada dalam tahap pembahasan lebih lanjut.

Di sisi lain, ia memastikan bahwa kondisi stok LPG nasional saat ini masih dalam posisi aman.

“Sampai dengan sekarang stok LPG kita semuanya di atas standar minimum nasional,” ucapnya.

Strategi Energi di Tengah Ketidakpastian Global

Bahlil menyoroti bahwa kondisi geopolitik global saat ini membuat setiap negara berlomba mengamankan kepentingannya masing-masing.

Ketidakpastian soal konflik internasional membuat perencanaan energi harus disusun dengan sangat hati-hati.

"Kondisi geopolitik yang terjadi sekarang tidak ada satu negara pun yang dapat meramalkan kapan selesai.

Dalam kondisi seperti ini, pengelolaan energi harus disesuaikan karena semua negara mencari jalan keselamatannya masing-masing," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved