Berita Viral

NASIB Sopir Taksi Penyebab Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi, Ini Kata Dirlantas Kombes Komarudin

Sopir taksi RRP yang menyebabkan kecelakaan kereta api dan KRL di Stasiun Bekasi masih status saksi. 

Tayang:
TRIBUN MEDAN
Sopir taksi hijau itu sempat muncul dalam rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial.  Juga beredar foto sang sopir yang tengah jongkok menggunakan seragam hijau sedang menelepon sembari memegang rokok.  

TRIBUN-MEDAN.com - Sopir taksi RRP yang menyebabkan kecelakaan kereta api dan KRL di Stasiun Bekasi masih status saksi. 

Polda Metro Jaya masih memeriksa RRP yang disebut sebagai penyebab kecelakaan kereta dan mengakibatkan 15 wanita meninggal dunia. 

Dalam peristiwa itu, taksi yang dikendarai RRP tertemper KRL sebelum ada tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

"(Sopir taksi) Belum tersangka, masih saksi, nanti lihat hasil TAA (Traffic Accident Analysis)," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, di Gedung TMC Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).

Penanganan perkara tabrakan kereta itu, lanjut Komarudin, ada di bawah Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, termasuk rencana gelar perkara.

Polda Metro Jaya mendukung proses tersebut untuk mempercepat penyelidikan.

"Tunggu Dirgakkum Korlantas karena langsung diambil-alih, kami mendukung seluruh proses yang dilakukan untuk percepatan pembenahan," katanya.

Baca juga: TAK TERIMA Dipecat Gegara Absen 181 Hari, Guru Yogi Kritik Fasilitas Sekolah dan Absensi Manual

Baca juga: Sidang KDRT di Deliserdang, Terdakwa Ngaku Alami Kekerasan Mantan Suami

Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat itu menjelaskan, saat ini penyidik mendalami kondisi kendaraan.

Durasi penanganan perkara bergantung pada hasil pemeriksaan menyeluruh.

Menurut Komarudin, penyebab kecelakaan umumnya meliputi empat faktor, yakni manusia, kendaraan, kondisi jalan, serta lingkungan atau prasarana.

"Kalau kecelakaan terjadi karena faktor jalan, maka penyelenggara jalan bisa dimintai pertanggungjawaban," katanya.

Perihal video yang menunjukkan sopir berada di pinggir rel sambil merokok dan bermain ponsel setelah kejadian, ia belum dapat menyimpulkan. 

Tidak ada korban dalam kejadian awal. 

Sopir taksi itu disebut sempat mengetahui kendaraannya mengalami gangguan saat melintas di rel. 

Salah satu kemungkinan yang didalami adalah pengaruh medan magnet, namun masih menunggu hasil investigasi.

Komarudin memastikan, SIM sopir taksi masih aktif dan yang bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan, termasuk kondisi kesehatan dan psikologis. 

Polisi juga memeriksa saksi-saksi serta kendaraan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

"Masih proses pemeriksaan, semua dicek, mulai kesehatan hingga kondisi psikologis sopir taksi," ujarnya.

Baca juga: Sopir Ekspedisi asal Jakarta Diduga Jadi Korban Perampokan di Medan, Disekap hingga Truk Disandera

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di wartakota

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved