Berita Viral

Berpidato di Cilacap, Prabowo Bicara Guyuran Uang Negara untuk MBG dan Kopdes, Apa yang Salah?

Presiden Prabowo menyebut berbagai program pemerintah dicanangkan guna menggelontorkan uang negara untuk rakyat.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/YouTube Sekretariat Presiden
PIDATO - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato di retret Ketua DPRD seluruh Indonesia di Akmil Magelang, Sabtu (18/4/2026). Prabowo mengklaim guyuran uang negara dalam program MBG dan Kopdes adalah untuk rakyat.  (YouTube Sekretariat Presiden) 

Sejumlah SPPG diketahui membeli bahan baku menu masakan dari petani atau pedagang. 

Operasional MBG membuat permintaan terhadap produk pertanian sehingga jerih payah petani laku terjual. 

“Panennya tidak diserap. Tengkulak datang banting harga, tidak mungkin rakyat kita sejahtera, sekarang kita ubah. Hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar off-take,” kata dia. 

Klaim Banyak Negara Lain Belajar Program MBG

Selain itu, Prabowo juga mengeklaim banyak negara lain yang mempelajari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. 

"Kita jangan jadi bangsa yang rendah diri. Minder-minder-minder, selalu bangsa asing yang hebat. Banyak negara sekarang belajar MBG ke kita. Banyak belajar MBG ke kita," kata Prabowo.

Dia bilang, Indonesia dalam waktu singkat sudah mampu memberikan lebih dari 60 juta orang lewat program MBG.

"Di mana ada negara bisa memberi makan lebih 60 juta orang, iya kan, lima kali seminggu. Yang ibu-ibu hamil diantar makan, orang-orang tua, lansia yang tidak berdaya diantar makan. Kasih lihat, di mana, negara mana? Mungkin Tiongkok, tapi Tiongkok kita tahu dia sudah take off lebih dahulu dari kita," ujar Prabowo.

SPPG Ditutup Sementara Tetap Dapat Insentif Rp6 Juta

Sementara itu, kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengelola MBG terus memunculkan kontroversi.

Terbaru, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan SPPG yang ditutup sementara tetap mendapatkan insentif sebesar Rp 6 juta per hari. 

Hal ini dikatakan Dadan Hindayana saat meresmikan SPPG milik Universitas Hasanuddin, Selasa (28/4/2026). 

Dadan mengatakan, terdapat sekitar 1.720 SPPG yang ditutup sementara hingga per awal April. 

“Untuk yang (ditutup) sementara tetap diberi, karena mereka harus mengurus berbagai kebutuhan,” kata Dadan kepada wartawan. 

Ia mengatakan, pemberian insentif Rp 6 juta per hari tersebut, untuk mendukung pelatihan karyawan serta pemenuhan standar operasional yang ditetapkan pemerintah. 

"Sekarang berkurang sedikit. Ya sekitar 1.720-an. Karena dia harus mengurus yang lain-lain dan si karyawannya kan diberi pelatihan dan kemudian harus melakukan hal yang sesuai dengan kebutuhan pada saat itu," ungkapnya. 

Dadan menjelaskan, penutupan sementara dilakukan karena beberapa SPPG belum memenuhi persyaratan teknis, salah satunya terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan belum memiliki Sertifikat Laik Higenis dan Sanitasi (SLHS). (*/tribunmedan.com)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved