Berita Viral

Berpidato di Cilacap, Prabowo Bicara Guyuran Uang Negara untuk MBG dan Kopdes, Apa yang Salah?

Presiden Prabowo menyebut berbagai program pemerintah dicanangkan guna menggelontorkan uang negara untuk rakyat.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/YouTube Sekretariat Presiden
PIDATO - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato di retret Ketua DPRD seluruh Indonesia di Akmil Magelang, Sabtu (18/4/2026). Prabowo mengklaim guyuran uang negara dalam program MBG dan Kopdes adalah untuk rakyat.  (YouTube Sekretariat Presiden) 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto membeberkan seputar guyuran uang negara terhadap sejumlah program pemerintah, yang kerap menuai kritik dari banyak kalangan. 

Sejumlah program itu antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, perumahan rakyat, dan lainnya. 

Prabowo mengklaim guyuran uang negara dalam program itu untuk rakyat. 

“Apa yang salah? Apa yang salah kalau Presiden Republik Indonesia dan pemerintah yang dia pimpin ingin menggelontor uang kepada rakyatnya sendiri? Yang salah apa?” ujar Prabowo saat berpidato di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Prabowo mengatakan, program itu menjadi instrumen pemerintah untuk mengendalikan arus perputaran uang agar tidak lari ke luar negeri.

Menurutnya, uang tersebut pasti akan dikorupsi jika tidak digunakan untuk program yang justru manfaatnya berputar di akar rumput.

“Salahnya apa? Saya merasa saya berada di jalan yang benar, kita berada di jalan yang benar, kita berada di pihak rakyat Indonesia,” tutur Prabowo. 

Baca juga: Anggaran IT MBG Sebesar Rp 1,2 T, Kepala BGN: Agar Distribusi Gizi Tepat Sasaran

Baca juga: Anggaran Rp5,7 M Untuk Aplikasi Rapat Daring BGN Jadi Sorotan, Dadan Hindayana Buka Suara

Baca juga: LAGI Anggaran BGN Jadi Sorotan, Bayar Jasa EO Rp 113,9 Miliar, Ini Penjelasan Dadan Hindayana

Sebagai kepala pemerintahan, Prabowo berujar dirinya akan terus berpihak kepada masyarakat dan bangsa Indonesia. 

Ia menyebut, program seperti MBG dan Kopdes Merah Putih mendorong perekonomian di masyarakat. 

Setiap dapur MBG atau Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) misalnya, mempekerjakan 50 orang. 

Saat ini, jumlah SPPG di seluruh tanah air sekitar 26.000 unit.

Ketika jumlah SPPG mencapai 30.000 unit, maka jumlah tenaga kerja yang diserap mencapai 1,5 juta orang. 

Sementara, 81.000 Kopdes Merah Putih yang dibangun secara bertahap setiap unitnya akan mempekerjakan 18 pegawai. 

“Satu koperasi mempekerjakan 18 orang. 80.000 kali 18 Anda hitung sendiri, 1 juta sekian juga lebih,” ujar Prabowo. 

Di sisi lain, baik MBG maupun Kopdes Merah Putih juga dicanangkan sebagai off taker atau pihak yang membeli produk pertanian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved