Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek

BERTAMBAH Korban Meninggal Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo, Terbaru Mia Citra Berusia 25 Tahun

Korban yang meninggal hari ini, Selasa (29/4/2026), ialah Mia Citra, perempuan berusia 25 tahun.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN
EVAKUASI - Basarnas memastikan proses evakuasi seluruh penumpang Commuter Line akibat kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, rampung pada Selasa (28/4/2026). Korban meninggal dunia kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek vs KRL bertambah menjadi 16 orang pada Selasa (29/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Korban meninggal dunia kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek vs KRL bertambah menjadi 16 orang. 

Korban yang meninggal hari ini, Selasa (29/4/2026), ialah Mia Citra, perempuan berusia 25 tahun.

Mia Citra sempat dirawat di rumah sakit pascakecelakaan. 

Dia menjalani perawatan intensif di ruang ICU sebelum meninggal dunia.

Dirut RSUD Bekasi Ellya Niken Prastiwi mengatakan saat ini ada 22 orang yang masih dirawat. 

Dia menyebut korban yang dirawat telah menjalani operasi.

"Hari ini, per hari ini, pasien yang dirawat di kami adalah ada 22. Satu baru datang tadi di IGD gitu. Di ICU ada tiga dan satu baru saja meninggal," katanya.

Baca juga: Sidang Korupsi DJKA Medan, Muhammad Chusnul Akui Terima Rp 7 Miliar dan Plotting Pemenang Tender

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mencatat jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Bekasi mencapai 15 orang. 

Kepolisian juga merilis nama-nama korban tewas insiden tabrakan kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

“Iya, ada 15 (korban) meninggal dunia,” kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr. Martinus Ginting kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). 

Proses identifikasi korban dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. 

Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan menjelaskan, identifikasi dilakukan menggunakan data primer berupa sidik jari serta data sekunder seperti tanda medis dan barang milik korban. 

“Teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder yaitu tanda medis dan properti atau benda kepemilikan,” ujar Nyoman dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati.

Sebanyak 10 jenazah saat ini berada di RS Polri Kramat Jati, sementara 5 lainnya tersebar di sejumlah rumah sakit di Bekasi.

Berikut nama-nama korban meninggal:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved