Berita Viral

DAFTAR Lengkap 10 Jenazah Korban Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur yang Sudah Diidentifikasi

Sepuluh jenazah korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur sudah teridentifikasi.

ISTIMEWA
KECELAKAAN KA - kecelakaan KRL PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB. 

Langkah investigasi ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan, sekaligus memperbaiki sistem transportasi massal di Indonesia yang tengah menjadi sorotan tajam publik.

Penjelasan Basarnas 

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii, memastikan seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan tidak ada lagi penumpang yang terjebak di dalam rangkaian kereta.

Di lokasi kejadian, Syafii menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan korban.

Tim SAR tidak serta-merta menarik lokomotif yang mengalami benturan, lantaran pada saat bersamaan masih terdapat korban yang terjepit di dalam gerbong. 

Keputusan tersebut diambil untuk mencegah risiko yang lebih besar terhadap korban.

“Pada saat itu masih ada lima korban yang terjepit. Kami melakukan proses ekstrikasi secara bertahap agar mereka dapat diselamatkan tanpa memperparah kondisi,” ujarnya.

Pendekatan ini membuat proses evakuasi berlangsung intensif, dengan melibatkan berbagai unsur penyelamat yang bekerja secara terpadu di lapangan.

Hasilnya, seluruh korban berhasil dikeluarkan dari badan kereta dalam kurun waktu yang relatif singkat untuk operasi dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Berdasarkan data terbaru dari PT Kereta Api Indonesia hingga pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 14 orang, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke sejumlah rumah sakit di sekitar lokasi kejadian.

Dalam keterangannya, Syafii juga mengungkapkan fakta mencolok dari proses evakuasi tersebut.

Ia menyebutkan bahwa seluruh korban yang dievakuasi oleh tim SAR merupakan perempuan. Meski demikian, pihak berwenang belum merinci lebih lanjut mengenai identitas maupun latar belakang para korban.

Dengan berakhirnya operasi SAR, fokus penanganan kini beralih pada pemulihan korban serta penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Otoritas terkait diharapkan dapat segera memberikan penjelasan komprehensif guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya sistem keselamatan transportasi rel yang andal, terutama di jalur-jalur padat seperti wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, jaminan keamanan menjadi aspek yang tak bisa ditawar.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: wartakota/ Kompas.com/Tribunnews.com 

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved