Kecelakaan Kereta Api

Update Jumlah Korban Kecelakaan Kereta Api, 92 Terluka, 7 Orang Tewas, Evakuasi Masih Berlangsung

Hingga hari ini, Selasa (28/4/2026, pencarian terhadap korban yang diduga terjebak dalam gerbong kereta api masih berlangsung.

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/HO/Basarnas
KECELAKAAN KERETA API - Tim SAR melakukan Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kedua terhadap korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur hingga Selasa (28/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Update jumlah korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4/2025) tadi malam.

Hingga hari ini, Selasa (28/4/2026, pencarian terhadap korban yang diduga terjebak dalam gerbong kereta api masih berlangsung.

Kecelakaan kereta api terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

KORBAN KECELAKAAN KA - Ibu Sufi (kanan) didampingi kerabatnya, Musin (kiri), saat mencari keberadaan anaknya yang diduga menjadi korban kecelakaan kereta api di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).
KORBAN KECELAKAAN KA - Ibu Sufi (kanan) didampingi kerabatnya, Musin (kiri), saat mencari keberadaan anaknya yang diduga menjadi korban kecelakaan kereta api di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026). (TRIBUN MEDAN/Tribunnews/Alfarizyhot)

Hingga saat ini, data sementara tercatat 7 orang meninggal dunia. 

Baca juga: Nasib Pilu Korban Kecelakaan KA Terjebak dalam Gerbong, Kirim Pesan WA ke Ibu, Jarinya Kejepit

Personil Basarnas bersama Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta dengan mengutamakan kecepatan dan keselamatan hingga dini hari.

Basarnas menyatakan sejak dini hari, proses evakuasi menunjukkan perkembangan signifikan. 

Pada pukul 02.42 WIB, dini hari tadi, Tim SAR berhasil mengevakuasi satu korban dalam kondisi meninggal dunia yang belum teridentifikasi dan langsung dibawa ke rumah sakit. 

KECELAKAAN KERETA - Keluarga salah satu korban tewas dalam insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur atas nama Nurlela lemas ketika mendatangi ruang pemusalaraan jenazah di RSUD Bekasi pada Senin (27/4/2026).
KECELAKAAN KERETA - Keluarga salah satu korban tewas dalam insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur atas nama Nurlela lemas ketika mendatangi ruang pemusalaraan jenazah di RSUD Bekasi pada Senin (27/4/2026). (TRIBUN MEDAN/Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti))

Kemudian, pada pukul 04.17 WIB, satu korban selamat atas nama Nurul (26) berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi.

Baca juga: Temuan KPK Dana 1 Juta Dolar Kasus Korupsi Kuota Haji, Diduga untuk Pansus DPR

Proses evakuasi berlanjut pada pukul 05.49 WIB.

Tim SAR berhasil menyelamatkan korban atas nama Ata (30).

Kemudian, pada pukul 05.59 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit. 

Pada pukul 06.25 WIB Tim SAR berhasil menyelamatkan Mia (26).

Selanjutnya, pada pukul 06.55 WIB korban selamat atas nama Siti Fatonah (47) berhasil dikeluarkan dari rangkaian kereta. 

Selanjutnya, pada pukul 07.25 WIB, satu korban selamat lainnya atas nama Endang Kuswati (40) juga berhasil dievakuasi dan segera mendapatkan penanganan medis.

92 Korban

Basarnas mencatar berdasarkan data sementara hingga pukul 07.30 WIB, jumlah korban tercatat sebanyak 92 orang.

Sebanyak 85 korban yang selamat dalam perawatan di rumah sakit dan ada juga yang langsung dibawa pulang karena hanya mengalami luka ringan.

7 Orang Meninggal

Sementara itu tujuh orang dinyatakan meninggal dunia.

Seluruh korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Mereka dievakuasi ke RS Bela Bekasi, RS Bhakti Kartini, RS Hermina Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Barat, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, RS Mitra Plumbon, RS Primaya Bekasi, RS Siloam Bekasi Timur, RS Siloam Cikarang, serta RS Polri Kramat Jati.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan operasi SAR masih terus difokuskan pada pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih berada di dalam rangkaian kereta.

"Memasuki hari kedua, kami terus mengoptimalkan seluruh personil Basarnas bersama unsur SAR gabungan yang ada," kata Desiana dalam keterangan resmi Basarnas pada Selasa (28/4/2026).

"Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati menggunakan peralatan ekstrikasi mengingat kondisi rangkaian kereta yang mengalami kerusakan cukup parah. Prioritas kami adalah menemukan dan mengevakuasi seluruh korban secepat mungkin," pungkasnya.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan yang melibatkan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam.

Berikut daftar nama korban luka maupun korban tewas dalam insiden yang dievakuasi ke RSUD Bekasi:

Data korban tewas

1. Nuryati (P) 9 Oktober 1963 (pulang)

2. Enggar Retno (P) 14 Maret 1991

3. Nurlaela (P) 17 Mei 1986 (pulang) 

Baca juga: Temuan Terbaru Komnas HAM, 3 Orang Lain terkait Penyerangan Aktivis KontraS Andrie Diungkap


Data korban Luka

1. Desvita (P) 1 Januari 1970

2. Ahmad Nur Syahril (L) 25 Oktober 1997

3. Subur Sagita (L) 5 Maret 1975

4. Shovy Salsabila (P) 27 Mei 2001

5. Siti Maryam (P) 11 Maret 1989

6. Rivan Mandar (L) 14 Desember 1993

7. ΑΝGGITΑ R. Utami (P) Oktober 1989

8. Hari Septiansah (L) 28 September 1998

9. Dwi Apriliana (P) 26 April 1996

10. Ratri Intan A (P) 18 Mei 1999

11. Andi Saputra (L) 27 April 1996 (pulang)

12. Sausan Sarifah (P) 14 Desember 1996

13. Dinasti Kusuma W (P) 25 Oktober 2001

14. Yuliana (P) 27 April 1996

15. Ira Indira Putri (P) 23 Desember 1996

16. Heri Septiansyah (L) 27 April 1996

17. R. Rustiati (P) 8 September 1970

18. Amalia Hasanah Ulfa (P) 15 November 1994

19. Vira Oktaviani Putri (P) 29 Oktober 1998 (rujuk RS Mitra Plumbon)

20. Yuliana Nur Pratama (P) 19 Juli 2001 (rujuk RS Siloam).

21. Nuryati (P) 7 Januari 1985

22. Nuriah Indah Rahmati (P) 9 Oktober 2004

23. Fitria Husni (P) 11 Maret 2000

24. Anggita (P) 3 Oktober 1989

25. Leni Julianti (P) 30 Juli 1992

26. Purwanti (P) 26 Maret 1972

27. Yunita Endang (P) 29 September 1984

28. A. Regita (P) 5 April 1997

29. Subandi (L) 1 April 1984

30. Muchlis (L) 27 April 1996

31. Riki (L) 27 April 2001

32. Alivia (P) 22 April 2001

33. Dewi Sagita (P) 13 Desember 1996

34. Stefani Sofia (P) 27 April 2004

35. Eri Rustiati (P) 8 September 1970

36. Ester R. Guguk (P) 27 November 1998

37. M. Anwar (L) 27 April 1996

38. Laili (L) 11 November 1999

39. Rivan (L) 27 April 1994

40. Ayunda R (P) 12 Juni 2001

41. Mustika Ayu Pujiana (P) 11 September 1982

42. Suryati (P) 5 April 1975

43. Evi (P) 17 Oktober 1973

44. Shofie (P) 27 Mei 2001.

45. Iie Suwendi (L) 1 April 1984

46. Dewi Suryani (P) 12 September 1990

47. Despita (P) 16 Desember 1977

48. Choirunnisa R (P) 10 Desember 2000

49. Rista Triana (P) 13 Januari 1991 (Pulang)

50. Pamilang Rani Situmorang (P) 14 Desember 1993

Baca juga: Man United Menang Lagi, Peluang Main di Liga Champions Terbuka, Berikut Posisi Klasemen

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Baca juga: PROFIL Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri

Sumber: Kompas.com/Tribunnews.com 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved