Kecelakaan Kereta Api
Nasib Pilu Korban Kecelakaan KA Terjebak dalam Gerbong, Kirim Pesan WA ke Ibu, Jarinya Kejepit
Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) tadi malam.
TRIBUN-MEDAN.com - Cerita pilu di balik musibah kecelakaan kereta api di Stasion Kereta Api Bekasi.
Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) tadi malam.
Apriyus Nazahra (25) dan sebagian korban diduga masih terjebak dalam gerobong kereta api.
Data sementara 7 orang dinyatakan meninggal dunia.
Sementara puluhan lainnya terluka dilarikan ke sejumlah rumah sakit.
Raut kecemasan menyelimuti wajah Sufi saat mendatangi RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Didampingi kerabatnya, Musin, ia terus mencari keberadaan anaknya, Apriyus Nazahra yang diduga menjadi korban kecelakaan maut kereta api di Stasiun Bekasi.
Ketidakpastian ini bermula saat komunikasi dengan Apriyus terputus total sesaat setelah kecelakaan terjadi pada Senin malam.
Pesan Singkat Terakhir Tadi Malam
Musin menceritakan pesan singkat terakhir yang dikirimkan Apriyus kepada keluarganya.
Pesan tersebut baru terbaca pada pukul 11 malam saat ponsel milik Ibu Sufi terhubung ke koneksi internet.
"Dia WA ke ibunya, bilang 'Ma, Apri... jari aku kejepit'. Begitu pesannya. Tapi kami masih bingung kejepitnya itu di dalam kereta atau karena apa," ujar Musin dengan nada getir saat ditemui di RSUD Bekasi.
Menurut Musin, pesan tersebut diperkirakan dikirim antara pukul 19.00 hingga 20.00 WIB, tepat di saat jam pulang kerja Apriyus.
Pihak keluarga mengaku sempat berkomunikasi lancar dengan Apriyus tepat pada
pukul 20.00 WIB.
Namun, hanya berselang dua menit kemudian, korban sudah tidak
bisa lagi dihubungi.
Anehnya, meski telepon seluler korban dalam keadaan aktif dan nada sambung terdengar, tidak ada satu pun orang yang mengangkat panggilan dari keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kecelakaan-kereta-api-argo-bromo.jpg)