Berita Viral

Pengakuan Pihak Taksi Hijau Dituding Penyebab Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi

Manajemen taksi hijau Green SM Indonesia akhirnya angkat bicara terkait insiden kecelakaan

TRIBUN MEDAN/(Dok./Tangkapan layar video akun X TMC Polda Metro Jaya)
KECELAKAAN KERETA - Taksi hijau Green SM ditabrak KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Manajemen taksi hijau Green SM Indonesia akhirnya angkat bicara terkait insiden kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Dalam keterangannya, pihak manajemen memastikan telah mengambil langkah cepat dengan menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang.

Tak hanya itu, mereka juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh jalannya proses investigasi yang saat ini tengah berlangsung.

Lebih lanjut, manajemen Green SM Indonesia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.

Mereka menegaskan bahwa perhatian serius terus diberikan, seiring dengan upaya pemantauan perkembangan situasi di lapangan.

Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berjalan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan, sementara berbagai pihak terkait turut bersinergi untuk memastikan penanganan dilakukan secara maksimal.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," tulis manajemen Green SM melalui akun Instagram @id.greensm, Selasa (28/4/2026) dini hari.

Pihak Green SM menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi.

Jadi pemicu tabrakan

KECELAKAAN - kecelakaan KRL PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB.
KECELAKAAN - kecelakaan KRL PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB. (IST)

Pemicu tabrakan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekira pukul 20.55 Wib, mulai terungkap.

Tabrakan itu diduga berawal dari adanya taksi hijau yang berhenti di rel perlintasan kereta api tepatnya di JPL 85 Bekasi.

Hal ini terungkap dari sejumlah video yang beredar viral di media sosial termasuk yang disiarkan di akun Instagram TVRI Nasional

Karena ada taksi itu lah, KRL KA 5181 tak bisa menghindar dan langsung menabraknya. 

Taksi yang tertemper KRL pun sempat bergerak beberapa meter setelah ditabrak.Insiden Taksi tertemper KRL tersebut juga menyebabkan gangguan pada sistem persinyalan atau gangguan operasional.

Akibatnya, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasarturi tetap melaju kencang sehingga menabrak KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Gerbong KA Argo Bromo menerobos masuk ke gerbong KRL di bagian belakang dan gerbong wanita.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa insiden ini diduga bermula dari KRL yang menabrak taksi hijau di perlintasan.

Dia menduga insiden di perlintasan tersebut menjadi salah satu faktor yang berujung pada tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.

“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplacement Bekasi Timur ini agak terganggu,” ucapnya di Stasiun Bekasi Timur.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Berdasarkan laporan yang dihimpun TribunnewsBogor.com, kabarnya ada 29 penumpang KRL yang dievakuasi akibat insiden tersebut.

Sebelumnya diberitakan, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam.

Salah satu penumpang KRL, Munir, mengatakan bahwa peristiwa bermula saat kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Menurut dia, KRL tersebut berhenti setelah sebelumnya terjadi insiden di perlintasan, yakni KRL dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak mobil taksi berwarna hijau.

Akibat insiden tersebut, perjalanan kereta terganggu dan rangkaian KRL sempat berhenti di stasiun.

Pada saat bersamaan, dari arah belakang melintas KA Argo Bromo Anggrek yang kemudian menghantam rangkaian KRL tersebut.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," kata Munir di lokasi, Senin (27/4/2026).

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa insiden ini diduga bermula dari KRL yang menabrak taksi hijau di perlintasan.

Dia menduga insiden di perlintasan tersebut menjadi salah satu faktor yang berujung pada tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.

“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplacement Bekasi Timur ini agak terganggu,” ucapnya di Stasiun Bekasi Timur.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Artikel sudah tayang di Kompas.com

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved