Berita Viral

Diduga Taksi Masuk Rel, Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi, Begini Pengakuan Dirut

Tabrakan itu diduga berawal dari adanya taksi hijau yang berhenti di rel perlintasan kereta api tepatnya di JPL 85 Bekasi.

IST
KECELAKAAN - kecelakaan KRL PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemicu tabrakan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekira pukul 20.55 Wib, mulai terungkap.

Tabrakan itu diduga berawal dari adanya taksi hijau yang berhenti di rel perlintasan kereta api tepatnya di JPL 85 Bekasi.

Hal ini terungkap dari sejumlah video yang beredar viral di media sosial termasuk yang disiarkan di akun Instagram TVRI Nasional

Karena ada taksi itu lah, KRL KA 5181 tak bisa menghindar dan langsung menabraknya. 

Taksi yang tertemper KRL pun sempat bergerak beberapa meter setelah ditabrak.Insiden Taksi tertemper KRL tersebut juga menyebabkan gangguan pada sistem persinyalan atau gangguan operasional.

Akibatnya, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasarturi tetap melaju kencang sehingga menabrak KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Gerbong KA Argo Bromo menerobos masuk ke gerbong KRL di bagian belakang dan gerbong wanita.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa insiden ini diduga bermula dari KRL yang menabrak taksi hijau di perlintasan.

Dia menduga insiden di perlintasan tersebut menjadi salah satu faktor yang berujung pada tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.

“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplacement Bekasi Timur ini agak terganggu,” ucapnya di Stasiun Bekasi Timur.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Berdasarkan laporan yang dihimpun TribunnewsBogor.com, kabarnya ada 29 penumpang KRL yang dievakuasi akibat insiden tersebut.

7 orang tewas dan 7 masih terjebak

Hingga Selasa (28/4/2026) pagi , jumlah korban tewas kecelakaan kereta bertambah jadi tujuh  orang.

Hal tersebut, disampaikan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi.

"Update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dirawat 81 orang," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved