Berita Viral

Kondisi Daycare Little Aresha Over Kapasitas, 10 Anak Dijaga 1 Pengasuh, Korban Diikat Sejak Pagi

Fakta terbaru menunjukkan adanya over kapasitas (jumlah anak melebihi batas kemampuan pengasuh) yang memperburuk kondisi

IST
DAYCARE LITTLE ARESHA: Polisi mengungkap alibi para pelaku yang sudah jadi tersangka kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha. Pelaku mengaku ogah repot urus anak. 

TRIBUN-MEDAN.com - Polresta Yogyakarta mengungkap fakta baru dalam kasus dugaan tindakan tak manusiawi di daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Daycare adalah tempat penitipan anak yang biasanya menyediakan layanan pengasuhan harian.

Fakta terbaru menunjukkan adanya over kapasitas (jumlah anak melebihi batas kemampuan pengasuh) yang memperburuk kondisi pengasuhan di tempat tersebut.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Eva Guna Pandia, menyatakan pengelola daycare terus menerima anak titipan demi keuntungan ekonomi tanpa memperhatikan jumlah pengasuh yang tersedia.

“Semakin banyak (menerima) anak, semakin banyak mereka menerima (keuntungan ekonomi),” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (27/4/2026).

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menambahkan bahwa satu pengasuh bisa mengasuh hingga 10 anak, sehingga mereka kesulitan menjalankan tugas dasar seperti memandikan dan mengenakan pakaian.

“Mereka kesulitan untuk melakukan pekerjaan mulai dari mandi, lalu menggunakan baju, sehingga diperintahkan untuk melakukan perbuatan yang tidak manusiawi," katanya dikutip dari program Sapa Indonesia Malam di YouTube Kompas TV, Senin (27/4/2026).

Akibatnya, anak-anak yang dititipkan itu ada yang diikat. 

Perintah Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah

Riski menyebut perintah untuk mengikat tersebut berasal dari ketua yayasan berinisial DK (51) dan kepala sekolah (kepsek) berinisial AP (42).

"Aturan tertulis atau tata cara (tindakan tidak manusiawi) tidak ada, namun dari keterangan para tersangka pengasuh sebelas itu, mereka diperintahkan melakukan hal itu oleh ketua yayasan."

"Di SOP nggak ada itu disampaikan secara lisan. Ketua yayasan dan kepala sekolah ini selalu hadir di tiap pagi dan mereka melihat langsung para pengasuh melakukan hal tersebut," katanya. 

Diikat Sejak Pagi hingga Sore

Riski mengatakan tindakan tak manusiawi itu berlangsung sejak pagi hingga sore menjelang anak-anak tersebut dijemput orangtuanya.

Dia mengungkapkan demi menghilangkan jejak, pihak daycare baru melapor ke orangtua ketika anak-anak yang dititipkan sudah dimandikan.

"Iya (langsung diikat sejak dititipkan). Nanti setelah mau makan baru dipakaiin baju, difoto untuk dikirimkan dokumentasi kepada wali," katanya.

"Palingan waktu saat mandi, waktu saat makan itu dilepas," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved