Isu Reshuffle Kabinet

Kabar Prabowo Rombak Kabinet, Jenderal TNI Purn Dudung Dipanggil ke Istana, Ditanggapi Wamendagri

Isu perombakan kabinet atau reshuffle Kebinet Merah Putih kembali muncul.

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/YouTube Sekretariat Presiden
PRESIDEN PRABOWO: Isu perombakan kabinet atau reshuffle Kebinet Merah Putih kembali muncul. Kabarnya, Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle pada hari ini, Senin (27/4/2026). FOTO DOK: Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato di retret Ketua DPRD seluruh Indonesia di Akmil Magelang, Sabtu (18/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Isu perombakan kabinet atau reshuffle Kebinet Merah Putih kembali muncul.

Kabarnya, Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle pada hari ini, Senin (27/4/2026).

Mengenai berkembangnya isu reshuffle Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menanggap 

Bima menegaskan bahwa urusan pergantian menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif kepala negara.

 Ia menyatakan saat ini jajaran kabinet tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan.

"Wah itu prerogatif Bapak Presiden, kita siap dengan segala skenario yang penting sekarang jajaran kabinet kerja aja," ujar Bima Arya saat ditemui di sela-sela kegiatannya.

Bima juga membantah adanya informasi resmi maupun pembicaraan di internal kabinet mengenai rencana perombakan tersebut. Ia mengaku belum menerima instruksi atau kabar apa pun terkait isu yang beredar.

"Enggak ada, kami belum dengar sama sekali," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi dari lingkar istana mengenai kabar reshuffle kabinet tersebut. 

Dudung Dipanggil ke Istana

 Hari ini, Senin (27/4/2026), dikabarkan Presiden Prabowo akan melakukan resfhuffle (perombakan) anggota kabinet pemerintahannya.

Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman kabarnya dipercaya akan menduduki Kepala Staf Presiden (KSP) yang baru menggantikan Muhammad Qodari.

Sementara Muhammad Qodari informasinya akan dipindahkan menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom.

Qodari akan mengisi pos yang selama ini dianggap 'kelemahan' pemerintahan Presiden Prabowo.

Baca juga: Profil Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, Mantan Rektor Unimed Meninggal Dunia pada Usia 64 Tahun

Pos lainnya  Kepala Badan Karantina kabarnya diisi Abdul Kadir Karding (mantan Menteri P2MI 2024‑2025).

Mantan Kepala PCO Hasan Nasbi akan ditunjuk menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved