Berita Viral

KRONOLOGI Suami Bakar Diri Usai Bakar Istri, Siram Bensin ke Korban yang Mau Salat, Sering Cekcok

Sang suami, Sularni (63), tiba-tiba menyiramkan bensin kepada sang istri, Nur Khasanah (56).

IST/Polsek Gambiran
TERBAKAR - Polisi dari Polsek Gambiran, Banyuwangi, mendatangi pelaku dan korban yang merupakan pasangan suami istri di RSUD Genteng, Sabtu (25/4/2026) dini hari. Keduanya mengalami luka bakar ekstrem. 

TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah kronologi suami bakar diri usai bakar istri.

Pelaku yang diketahui bernama Sularni (63) itu menyiram bensin ke korban Nur Khasanah (56) yang mau menjalankan salat Isya.

Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi memang dikenal sering cekcok.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini di Medan 27 April 2026 Anjlok Lagi di Angka Rp 16.000 Per Gram

Bahkan keduanya sedang menjalani proses cerai.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (24/4/2026) tengah malam.

Sang suami membakar istrinya di kediaman mereka. 

Diduga periswtiwa ini dipicu oleh permasalahan yang sudah lama terjadi pada pasangan tersebut.

Baca juga: Peti Jenazah Dibalut Bendera Merah Putih, Penghormatan pada Kopda Anm Rico Gugur di Lebanon

Mereka kerap bertengkar, bahkan beberapa saat sebelum kejadian.

"Awal mula sekitar pukul 16.00 WIB, korban bertengkar dengan suaminya diduga terdapat permasalahan terkait perekonomian di dalam keluarga," ujar Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto kepada SURYAMALANG.COM.

Menurut kakak kandung korban, Masrukin, rumah tangga pelaku dan korban sudah tak harmonis sejak lama.

"Sering bertengkar serta sudah sempat mengajukan perceraian pada Maret," katanya kepada polisi.

Meski sempat muncul gugatan perceraian, status keduanya masih sah sebagai suami-istri.

Hingga peristiwa naas tersebut terjadi, belum ada keputusan pada Pengadilan Agama Kabupaten Banyuwangi.

Kasus penyiraman yang terjadi, menurut dia, didasari oleh masalah ekonomi keluarga.

Baca juga: Motif Penembakan Cole Allen di Jamuan Donald Trump, Rakit Senjata di Hotel hingga Incar Nama Besar

Masalah ekonomi yang dimaksud, yakni kebutuhan untuk uang saku sang anak yang akan berangkat ke luar negeri.

Sumber: Surya Malang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved