Berita Viral
Peti Jenazah Dibalut Bendera Merah Putih, Penghormatan pada Kopda Anm Rico Gugur di Lebanon
Suasana duka melingkupi saat digelar upacara penghormatan terhadap Kopda (Anm.) Rico Pramudia.
"Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia. Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," tulis Kemlu di laman resminya.
"Indonesia terus mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini," lanjut Kemlu.
Pemerintah menegaskan keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar.
Oleh karena itu, Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan.
"Termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL," pungkas Kemlu.
Warga di Kampung Halaman Rico Berduka
Duka mendalam kepergian Rico, ternyata tak hanya dirasakan oleh keluarga besar.
Warga Dusun VII Sukajadi Desa Dolok Manampang Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, turut merasakan hal serupa.
Diketahui, Dusun VII Sukajadi, Desa Dolok Menampan merupakan tempat almarhum Rico tumbuh besar.
Di kampung halamannya, Rico dikenal sebagai pribadi yang baik dimana ia cukup dekat dengan masyarakat sekitar dan juga dikenal sebagai pribadi yang rajin beribadah.
"Kalau anaknya baik, sopan, rajin beribadah. Dia memang kelahiran sini. Dari kecil sudah kenal dia saya," kenang Ngadinah, warga sekitar kampung halaman Rico, Minggu (26/4/2026).
Selain dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah, ternyata Praka Rico memang dikenal warga sebagai sosok yang tekun. Sebelum memulai karir di dunia militer, ternyata Rico sempat bekerja sebagai bagian dari anggota dekor pelaminan yang ada di kampungnya.
Diungkapkan wanita 75 tahun itu, Rico sudah mulai mencoba mendaftarkan diri sebagai anggota TNI 11 tahun silam.
Setahun sebelum menjadi bagian dari Kodam Iskandar Muda, Aceh, ia sempat berpamitan kepada anaknya yang merupakan rekan kerja Praka Rico saat menjadi anggota pelaminan.
"Dia dulu angkat-angkat pelaminan kerjanya di pesta-pesta gitu. Memang anaknya baik gitu. Sopan baik," katanya.
"Dia pernah bekerja sama anak saya, kira-kira satu tahun sebelum masuk tentara. Bahkan mau masuk tentara pamit sama anak saya, bilang mau masuk tentara. Katanya kalau enggak diterima, nantikerja sini lagi ya," kenang Ngadinah seraya mencontohkan ucapan almarhum Rico.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rico-Pramudia-di-Bandara-Beiru-f.jpg)