Berita Viral

Peti Jenazah Dibalut Bendera Merah Putih, Penghormatan pada Kopda Anm Rico Gugur di Lebanon

Suasana duka melingkupi saat digelar upacara penghormatan terhadap Kopda (Anm.) Rico Pramudia.

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Istimewa/UNIFIL
PENGHORMATAN - Pasukan pemeliharaan perdamaian sementara PBB yang ditugaskan di Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara penghormatan untuk almarhum Kopda (Anm.) Rico Pramudia di Bandara Beirut pada Minggu (26/4/2026). Upacara dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan Nasional Lebanon dan Angkatan Darat Lebanon Brigadir Jenderal Maroun Azzi, dan Kolonel Allan Surya Lesmana dari kontingen Indonesia UNIFIL 

Personel UNIFIL, kata dia, akan tetap teguh, bersatu, dan waspada.

"Beginilah cara kami menghormati Anda. Tempat Anda tetap bersama kami, dalam tindakan kami, dalam komitmen kami, dalam rasa tanggung jawab kami," pungkasnya.

UNIFIL mencatat, Kopda Rico meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih kecil. 

Rico tiba pada April tahun 2025 untuk bertugas bersama UNIFIL.

UNIFIL juga mencatat misi itu adalah misi luar negeri pertama mendiang Rico.

Sebelum gugur pada Jumat (24/4/2026), Kopda Rico mengalami luka berat akibat terkena ledakan artileri dari tank Israel di pangkalannya dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026 saat menjalankan tugasnya sebagai pasukan perdamaian di bawah mandat PBB.

Dalam insiden itu, Kopda (Anm.) Farizal Rhomadon gugur lebih dulu.

UNIFIL menyatakan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan 1701 dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang. 

UNIFIL juga menyatakan serangan itu harus segera diselidiki, dan mereka yang bertanggung jawab harus dituntut dan dimintai pertanggungjawaban.

Pemerintah Desak Investigasi Menyeluruh

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Kopda Rico.

Pemerintah juga menyampaikan Indonesia melalui koordinasi erat dan intensif dengan pihak UNIFIL, Pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut telah memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal sejak Kopda Rico terluka parah dalam ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.

Pemerintah menyatakan berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan.

Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. 

Pemerintah menyatakan Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia. 

Pemerintah juga menyatakan terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved