Berita Viral

BERIKUT Rangkaian Awal Mula Gubernur Kaltim Saling Senggol dengan Presiden Prabowo

Ketegangan antara Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud dan Presiden Prabowo Subianto bermula dari kontroversi kebijakan daerah

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Gubernur Kaltim vs Presiden Prabowo: Dari Nepotisme hingga Mobil Dinas Mewah 

Di satu sisi, kepala daerah dituntut lebih disiplin dan transparan.

Di sisi lain, muncul potensi ketegangan bila daerah merasa kewenangannya terlalu banyak diintervensi oleh pusat.

Baca juga: Dituduh Nepotisme, Rudy Masud Bandingkan dengan Prabowo: Apa Bedanya Hashim dengan Presiden?

Berikut Rangkaian Awal Mula Gubernur Kaltim Saling Senggol dengan Presiden Prabowo

Ketegangan antara Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud dan Presiden Prabowo Subianto bermula dari kontroversi kebijakan daerah: nepotisme dalam penunjukan pejabat, pengadaan kursi pijat Rp125 juta, serta mobil dinas mewah Rp8,5 miliar.

Rudy membela diri dengan membandingkan langkahnya dengan penunjukan Hashim Djojohadikusumo oleh Presiden, yang memicu sentilan langsung dari Prabowo dan sorotan publik.

Kronologi Awal Mula Senggolan

  • Nepotisme: Rudy Masud menunjuk adiknya, Hijrah Masud, sebagai Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).
  • Rudy membela diri dengan menyebut hal itu sama dengan Presiden Prabowo yang menunjuk Hashim sebagai Utusan Khusus Presiden.
  • Publik menilai perbandingan ini tidak sepadan karena konteks dan skala tanggung jawab berbeda.
  • Kursi pijat Rp125 juta: Rudy beralasan lelah menyetir jarak jauh sehingga membutuhkan kursi pijat. Publik menilai pengadaan ini tidak sesuai semangat efisiensi anggaran.
  • Mobil dinas Rp8,5 miliar: Rencana pembelian SUV mewah memicu protes besar. Presiden Prabowo menyinggung langsung dengan membandingkan efisiensi kendaraan presiden (Maung produksi dalam negeri seharga Rp1 miliar).
  • Akhirnya Rudy meminta maaf dan mengembalikan mobil tersebut, mengalihkan anggaran ke pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Dampak dan Reaksi Publik

  • Gelombang demonstrasi: Ribuan warga dan mahasiswa turun ke jalan pada 21 April 2026, menuntut transparansi anggaran dan menolak praktik KKN. Sorotan utama adalah mobil dinas Rp8,5 miliar dan renovasi rumah jabatan Rp25 miliar.
  • Sikap Rudy terhadap demonstran: Ia enggan menemui massa dengan alasan keamanan, hanya menawarkan dialog dengan perwakilan. Hal ini memperburuk citra kepemimpinannya.

Inti Senggolan dengan Presiden

  • Presiden Prabowo menegaskan disiplin anggaran: Kepala daerah tidak boleh menantang pemerintah pusat dengan kebijakan yang mencederai efisiensi.
  • Rudy dianggap menyamakan diri dengan presiden: Pembelaan nepotisme dan pengadaan fasilitas mewah membuat publik melihat Rudy “menyenggol” presiden secara simbolik.

(*/Tribun-Medan.com)

Artikel ini sebagian telah tayang di TribunnewsBogor.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved