Berita Viral
Mantan Karyawan Bongkar Kekejaman Daycare Little Aresha di Jogja yang Tidak Manusiawi
mantan karyawan sekaligus saksi kunci mengungkap kekejaman Daycare Little Aresha yang tak manusiawi hingga membuatnya
"Mereka menelantarkan anak-anak tersebut, mereka (anak-anak) hanya menggunakan pampers saja, pakaian dilepas, alasan agar nanti bajunya anak ini tetap bersih sehingga riskan sekali terhadap kesehatan anak-anak.
Anak ini ada yang mereka muntah, ada yang masuk angin, ada yang sakit. Sehingga kita menetapkan 13 tersangka dari 30 yang sudah diminta keterangan," kata Kombes Pol Eva Guna Pandia.
Resmi jadi tersangka, para pelaku pun mengungkap alibi mengejutkan.
Pelaku memberikan alasan kenapa mereka tega mengikat kaki dan tangan anak-anak di daycare.
Para pengasuh mengaku tidak ingin anak-anak tersebut saling mengganggu satu sama lain.
Mereka juga menyebut keputusan untuk mengikat kaki dan tangan anak-anak itu bertujuan untuk mengurangi keributan di daycare.
"Setelah didalami motifnya itu (kata pelaku) agar anak-anak itu tidak mengganggu temannya. Kedua, tidak membuat keributan sehingga kaki atau tangannya diikat ke pintu sehingga mereka tidak bebas pergi ke mana-mana," ujar Kombes Pol Eva Guna Pandia.
Selain itu, para pengasuh juga mengaku tak mau repot mengurus anak orang lain.
"Ada juga yang diisolasi di dalam satu ruangan, di mana sirkulasi udaranya juga sangat minim sekali. Sehingga riskan sekali terhadap kesehatan anak-anak tersebut. Sehingga para pengasuh ini intinya tidak mau repot ngurusin anak-anak tersebut," pungkas Kombes Pol Eva Guna Pandia.
*/tribun-medan.com
sebagian artikel ini telah tayang di Bangkapos
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/DAYCARE-LITTLE-ARESHA-Polisi-mengungkap-alibi-para-pelaku-yang-sudah-jadi.jpg)