Berita Viral

BIAYA Titipkan Anak di Daycare Little Aresha Terkuak, Pengasuh Ramah ke Ortu Tapi Anak Malah Disiksa

Dia mengatakan anaknya yang saat ini telah berusia tiga tahun telah dititipkan ke daycare tersebut sejak 1,5 tahun lalu.

Tribunjogja.com
LUKA DI BIBIR - Foto anak yang mengalami luka di bibir akibat dugaan kekerasan di daycare bernama Little Aresha wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Korban cerita ke ibunya soal yang dialaminya selama dititipkan 

TRIBUN-MEDAN.com - Seginilah biaya menitipkan anak di Daycare Little Aresha.

Tarif yang terhitung murah membuat orang tua tergiur.

Saat pertama kali ke Daycare orang tua juga disambut ramah oleh pengasuh.

Baca juga: CURHAT Anak Soal Kekerasan di Daycare Jogja ke Ibunya: Ditaliin Kaki Badan Terus Mulutnya Ditutup

Hal ini semakin meyakinkan orang tua untuk menitipkan anaknya ke penitipan anak ini.

Namun di luar dugaan, anak-anak malah mendapatkan penganiayaan, tangan dan kaki diikat, hingga mulut ditutup.

Seorang ayah bernama Aldewa menceritakan alasannya menitipkan sang anak ke tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Baca juga: ALASAN AW Brimob Minta Maaf Soal Keributan Gerebek Istrinya Selingkuh, Tapi Tetap Laporkan Pratu WI

Diketahui, Little Aresha tengah menjadi sorotan publik setelah polisi melakukan penggerebekan pada Jumat (24/2/2026).

Adapun penggerebekan dilakukan lantaran adanya laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pengasuh terhadap anak yang dititipkan.

Aldewa pun mengaku mau untuk menitipkan anaknya ke Little Aresha karena biaya yang tergolong murah dan ulasan yang bagus di Google Maps.

Ia menyebut harus membayar Rp1 juta per bulan untuk jasa penitipan tersebut.

Dia mengatakan anaknya yang saat ini telah berusia tiga tahun telah dititipkan ke daycare tersebut sejak 1,5 tahun lalu.

LUKA DI BIBIR - Foto anak yang mengalami luka di bibir akibat dugaan kekerasan di daycare bernama Little Aresha wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Korban cerita ke ibunya soal yang dialaminya selama dititipkan
LUKA DI BIBIR - Foto anak yang mengalami luka di bibir akibat dugaan kekerasan di daycare bernama Little Aresha wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Korban cerita ke ibunya soal yang dialaminya selama dititipkan (Tribunjogja.com)

"Tergiur (mau untuk menitipkan sang anak) karena review (positif) di Google Maps dan murahnya biaya. Biaya Rp1 juta per bulan terbilang murah untuk UMK (Upah Minimum Kota) Yogyakarta," katanya kepada Tribunnews.com, Sabtu (25/4/2026).

Selain itu, ia semakin percaya untuk menitipkan anaknya karena sikap dari ketua yayasan dan para pengasuh yang sopan dan lemah lembut saat bertemu dengannya.

"Ditambah Miss D (ketua yayasan) yang menyambut kami dan Miss lain (pengasuh) ketika mendaftar begitu sopan, halus, dan lemah lembut," tuturnya.

Mulut Ditutup

Tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta tengah viral. 

Baca juga: Ephorus HKBP Temui Jusuf Kalla, Bahas Toleransi dan Isu Ceramah UGM

Pasalnya anak-anak di tempat penitipan itu disebut-sebut menerima penganiayaan dari pengasuhnya. 

Foto-foto kaki terikat viral di media sosial. 

Parahnya lagi ada anak yang luka hingga tangannya melepuh.

Baca juga: Baru Resmi Menikah, Pengantin Pria Aniaya dan Tampar Istrinya setelah Baca Pesan dari Mantan

Polisi bahkan menyebut tindakan para pengasuh tak manusiawi. 

Hal ini dibongkar oleh seorang korban berinisial A.

A bercerita soal kekerasan yang diterimanya selama dititipkan di daycare Little Aresha kepada ibunya.

Ibu korban kemudian merekam pengakuan tersebut dan mengunggahnya ke media social, TikTok pada Sabtu (25/4/2026).

PENGANIAYAAN DI DAYCARE JOGJA - Wali murid Khairunisa (KIRI). Daycare Jogja (KANAN). Tindakan Keji Pengasuh Daycare Jogja, Bayi Dibedong Diikat ke Jendela
PENGANIAYAAN DI DAYCARE JOGJA - Wali murid Khairunisa (KIRI). Daycare Jogja (KANAN). Tindakan Keji Pengasuh Daycare Jogja, Bayi Dibedong Diikat ke Jendela (TRIBUN MEDAN)

Di awal video, ibu A bertanya kepada balita perempuan tersebut terkait perlakuan pengasuh yang dipanggil dengan sebutan miss di daycare Little Aresha.

Mengejutkan, A mengaku kaki dan badannya diikat oleh pengasuh.

Tak cuma itu, mulut A juga ditutup agar tangisnnya tak terdengar.

"Waktu di sekolah diapain sama miss-nya?" tanya ibu korban.

"Ditaliin, kaki, badan, terus mulutnya ditutupin," jawab A.

Baca juga: SOSOK Irwan Arya, Politikus Partai Demokrat, Laporkan Rismon Terkait Buku Gibran End Game

"Biar apa ditutupin mulutnya?" tanya ibu korban.

"Biar gak nangis, biar mama enggak dengar aku nangis," kata A.

Pengakuan A sejalan dengan pernyataan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian.

Rizky Adrian, mengungkapkan saat menggerebek daycare Little Aresha, ia menyaksikan langsung perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan pengasuh terhadap anak-anak di lokasi tersebut.

“Petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya,” tegas Adrian saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Polisi yang menerima laporan telah melakukan penggerebekan daycare tersebut, lalu menutup operasional dengan memasang police line untuk keperluan penyelidikan.

Salah satu wali murid berinisial HF, tak menyangka bahwa para pengasuh daycare tersebut bertindak keji kepada anak-anak.

Baca juga: Harga Kondom Naik: Dampak Perang Iran dan Kepanikan Warga China hingga Borong Stok

Dia sempat menitipkan keponakannya yang berusia 3,5 tahun.

Sejak awal HF telah menaruh curiga bahwa ada hal yang tidak biasa muncul pada diri keponakannya.

Anak tersebut menunjukkan gelagat ketakutan setiap mau berangkat.

"Baru masuk satu hari, di hari kedua anak sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu bilang tidak mau, enggak mau. Intinya dia takut sekali untuk masuk ke sana," jelasnya, saat ditemui Jumat malam (24/4/2026).

Baca juga: VIRAL Pengendara Tantang Polisi Saat Ditilang karena Tak Pakai Helm hingga Ngaku Punya Bekingan

Karena anak merasa ketakutan, kemudian pihak keluarga sampai harus melakukan berbagai cara untuk membujuknya termasuk membelikannya mainan atau makanan kesukaan supaya bersedia dititipkan.

Meski sudah diajak berkeliling dan dibelikan mainan, HF menyebut keponakannya tetap tidak mau dititipkan ke daycare tersebut.

Belakangan diketahui bahwa alasan keponakannya ketakutan lantaran beberapa oknum pengasuhnya galak dan menjurus pada dugaan tindakan kriminal.

"Katanya miss-nya (guru) galak-galak. Awalnya kami pikir karena belum penyesuaian saja, tapi ketakutannya tidak wajar," tambahnya. 

Kecurigaan keluarga semakin memuncak setelah mendengar kabar yang beredar mengenai adanya kekerasan fisik yang dialami oleh anak-anak lain di tempat tersebut. 

Baca juga: PEMKO Jakarta Gerebek 5 Pria Penangkap Ikan Sapu-Sapu Untuk Dijual ke Pegadang Siomay:15 Ribu Per Kg

HF menyebut, dirinya mendapatkan informasi bahwa ada anak yang diduga sempat diikat tangannya oleh oknum di penitipan anak tersebut.

"Saya langsung konfirmasi ke kakak saya yang di Jayapura, ternyata memang ada kabar medsos seperti itu. Pantas saja dulu keponakan saya traumanya luar biasa," lanjutnya. 

Meski pada keponakannya sendiri tidak ditemukan luka lebam secara fisik, namun HF menyebut jika secara psikis anak tersebut mengalami trauma mendalam. 

Alasan keamanan dan kemudahan pantauan keluarga akhirnya membuat pihak keluarga memindahkan sang keponakan ke sekolah lain di daerah Rejowinangun. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved