Berita Viral

Harga Kondom Naik: Dampak Perang Iran dan Kepanikan Warga China hingga Borong Stok

Perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel turut mengganggu rantai pasok bahan baku produksi kondom.

Editor: AbdiTumanggor
gq-magazin.de
Harga Kondom Naik Dampak Perang Iran. Kenaikan Juga Dipicu karena Warga China Borong Stok Kondom. 

Ringkasan Berita:
  • Harga Kondom Naik
  • Dampak Perang Iran
  • Pasokan Bahan Baku Terkendala
  • Kenaikan Harga Termasuk Kepanikan Warga China yang Memborong Stok Kondom

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Produsen kondom terbesar dunia, Karex, menyebut perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel turut mengganggu rantai pasok bahan baku produksi kondom.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (25/4/2026), CEO Karex, Goh Miah Kiat mengatakan perusahaan  terpaksa menaikkan harga kondom sekitar 20 persen hingga 30 persen gara-gara gangguan tersebut.

Besaran kenaikan bergantung pada berapa lama hambatan rantai pasok itu berlangsung.

"Situasinya jelas sangat rapuh, harga mahal. Kami tidak punya pilihan selain membebankan biaya tersebut kepada pelanggan," ujar Goh.

Selain biaya produksi dan kemasan yang meningkat, Goh Miah Kiat mengatakan ada pula hambatan keterlambatan pengiriman.

"Kami melihat banyak kondom tertahan di kapal yang belum sampai ke tujuan, padahal sangat dibutuhkan," ujar Goh.

Meski demikian, ia mengatakan, perusahaan masih memiliki pasokan untuk beberapa bulan ke depan.

Perusahaan yang berbasis di Malaysia itu memproduksi kondom, pelumas, sarung tangan, kateter medis, dan pelindung probe.

Beberapa merek kondom produksi Karex antara lain Durex, Trojan, ONE, Trustex, Carex, dan Pasante.

Perusahaan mampu memproduksi lebih dari 5 miliar kondom per tahun.

Karex juga mengekspor ke lebih dari 130 negara.

Bukan hanya bahan baku untuk kondom, seiring meletusnya perang Iran melawan invasi AS-Israel, harga minyak dan gas juga terus melesat.

Selain itu, kekurangan pasokan minyak bisa menghambat produksi.

Pukulan ini terutama dirasakan di Asia, yang sangat bergantung pada minyak Timur Tengah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved