Berita Viral
Reaksi KAI Soal Pria Mengamuk Usai Diduga Dilecehkan Pria Lain di KRL hingga Videonya Viral
Inilah reaksi KAI soal seorang pria mengamuk usai diduga dilecehkan pria lain di KRL hingga keduanya diturunkan
TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah reaksi KAI soal seorang pria mengamuk usai diduga dilecehkan pria lain di KRL.
Baru-baru ini viral video yang memperlihatkan seorang pria mengamuk karena diduga dilecehkan pria lain di KRL.
Dalam video yang diunggah sejumlah akun media sosial, terlihat seorang pria mengamuk kepada pria lain sambil menunjuk-nunjuk di dalam rangkaian kereta yang padat.
Tak lama, seorang petugas keamanan kereta pun datang dan menyeret keduanya untuk keluar dari gerbong kereta tepatnya di Stasiun Pasar Minggu.
Usut punya usut, pria yang mengamuk itu diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan pria lainnya di dalam kereta.
Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Arsenal vs Newcastle,Berikut Klasemen Liga Inggris Saat Ini
Salah satu akun memberikan keterangan jika korban mengaku sudah membiarkan aksi pelaku selama melewati lima stasiun untuk memastikan apakah benar ia menjadi korban pelecehan atau tidak.
Namun, hingga akhirnya pelaku sudah yakin atas tindakan bejat pelaku dan langsung mengamuk di dalam kereta.
Terkait itu, KAI Commuter menyayangkan adanya kegaduhan antar-pengguna yang terjadi di perjalanan Commuter Line pada Kamis malam (23/4/2026), sekitar pukul 19.05 WIB.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan membenarkan kejadian bermula saat salah seorang pengguna pada perjalanan Commuter Line tersebut diduga melakukan pelecehan kepada pengguna lainnya.
Baca juga: Debt Collector Diduga Jebak Damkar Untuk Tagih Utang Pinjol, Bikin Laporan Kebakaran Palsu
Leza menyampaikan bahwa saat di perjalanan, salah satu pengguna merasa area sensitifnya tersentuh sehingga memicu cekcok dan perkelahian antar kedua pengguna tersebut.
“Karena menimbulkan kegaduhan dan mengganggu kenyamanan pengguna lainnya,
petugas Pengamanan KRL di atas kereta segera menangani dengan menurunkan keduanya untuk dibawa ke Pos Pengamanan Stasiun Pasar Minggu,” kata Leza dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).
Ia mengatakan keduanya pun dimintai keterangan atas kejadian tersebut.
Namun, usai dimediasi, kedua orang itu menyatakan terjadi kesalahpahaman dan sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
Keduanya menyadari adanya kesalahpahaman posisi saat berada di dalam Commuter Line.
Leza menyebut dua penumpang itu juga meminta maaf karena telah membuat kegaduhan dan ketidaknyamanan bagi pengguna Commuter Line lainnya.
Dalam hal ini, KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk tidak membuat kegaduhan di dalam perjalanan Commuter Line maupun di area stasiun.
"Selalu menghormati dan menjaga kenyamanan pengguna lainnya saat berada di dalam perjalanan Commuter Line,” tukasnya.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tewas-Tertabrak-Kereta-Api-KA-Srilelawangsa_PT-Railink_.jpg)