Berita Viral
Daycare di Jogja Diduga Siksa Anak-anak, Diikat Hingga Penelantaran, Berujung Ditutup Polisi
Dugaan penganiayaan terhadap balita di sebuah daycare terungkap setelah sejumlah kesaksian wali murid terucap.
TRIBUN-MEDAN.com - Satu tempat penitipan anak atau daycare di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, menggemparkan publik lantaran diduga melakukan penyiksaan terhadap anak-anak.
Dugaan penganiayaan terhadap balita di sebuah daycare terungkap setelah sejumlah kesaksian wali murid terucap.
Kasus ini semakin serius setelah aparat kepolisian turun tangan langsung dengan menggerebek lokasi dan menghentikan sementara operasional daycare tersebut.
Salah satu wali murid berinisial HF mengungkapkan pengalaman mencemaskan yang dialami keponakannya yang masih berusia 3,5 tahun. Ia menyebut perubahan perilaku anak terjadi sangat cepat, bahkan sejak hari-hari awal dititipkan.
Baca juga: LIVE SCORE Hasil Arsenal Vs Newcastle Liga Inggris, Gunners Siap Kudeta Man City dari Puncak
"Baru masuk satu hari, di hari kedua anak sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu bilang tidak mau, enggak mau. Intinya dia takut sekali untuk masuk ke sana," ujarnya.
Keluarga sempat berusaha membujuk dengan berbagai cara mulai dari memberikan mainan hingga makanan favorit. Namun, rasa takut anak tidak kunjung hilang, bahkan semakin kuat.
Menurut HF, sang anak sempat mengungkapkan bahwa pengasuh di tempat tersebut bersikap keras. Awalnya, keluarga mengira hal itu hanya bagian dari proses adaptasi.
"Katanya miss-nya (guru) galak-galak. Awalnya kami pikir karena belum penyesuaian saja, tapi ketakutannya tidak wajar," tambahnya.
Namun, kecurigaan mulai menguat ketika muncul informasi serupa di media sosial yang menyebut adanya dugaan kekerasan terhadap anak-anak lain di daycare tersebut.
Baca juga: Kronologi Debt Collector Nekat Buat Panggilan Palsu Pemadam Kebakaran demi Tagih Utang Warga
Isu Kekerasan Fisik hingga Trauma Psikis
Kekhawatiran keluarga semakin menjadi setelah beredar kabar bahwa ada anak lain yang diduga mengalami perlakuan tidak layak, bahkan hingga diikat tangannya oleh oknum pengasuh.
"Saya langsung konfirmasi ke kakak saya yang di Jayapura, ternyata memang ada kabar medsos seperti itu. Pantas saja dulu keponakan saya traumanya luar biasa," katanya.
Meski tidak ditemukan luka fisik pada keponakannya, dampak psikologis yang ditimbulkan cukup serius.
Anak tersebut akhirnya dipindahkan ke sekolah lain di kawasan Rejowinangun demi menghindari trauma berkepanjangan.
Baca juga: Hotman Paris Bongkar Dugaan Penyekapan Anak di Bawah Umur Oleh WNA, Polisi Tunggu Korban Bicara
Polisi Bertindak, Daycare Ditutup Sementara
Daycare di Jogja Diduga Siksa Anak-anak
Berita Viral Daycare di Jogja Siksa Anak-anak
Viral Daycare di Jogja Diduga Siksa Anak-anak
| Debt Collector Diduga Jebak Damkar Untuk Tagih Utang Pinjol, Bikin Laporan Kebakaran Palsu |
|
|---|
| Kronologi Debt Collector Nekat Buat Panggilan Palsu Pemadam Kebakaran demi Tagih Utang Warga |
|
|---|
| Tinggalkan Satu Anak yang Masih Balita, Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Dimakamkan di Sumut |
|
|---|
| Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Rico Pramudia Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Tebing Tinggi |
|
|---|
| Santri Korban Pelecehan Pendakwah Syekh Trauma Berat hingga Mau Pindah Keyakinan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Daycare-digrebek-s.jpg)