Berita Viral

Sosok Wanita Masak Mie Instan dalam Kereta Api, Santai Tambah Telur dan Saos, Respons KAI, Bahaya?

Viral wanita masak mie instan pakai kompor listrik  di dalam gerbong kereta api jadi sorotan.

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Tribunvideo
MASAK DALAM KERETA API - Viral wanita masak mie instan pakai kompor listrik di dalam gerbong kereta api jadi sorotan. 

Tidak ada niat untuk melanggar aturan atau mengabaikan kenyamanan serta keselamatan penumpang lain.

Namun, saya memahami bahwa apa yang saya lakukan tetap tidak benar," tulisnya.

Ia mengaku kalau kejadian ini jadi pelajaran yang sangat penting untuk dirinya.

"Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi saya untuk lebih memahami dan menaati peraturan di ruang publik ke depannya.

Saya dengan tulus meminta maaf kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman, termasuk pihak terkait.

Terima kasih atas pengertiannya," tulisnya lagi.

peristiwa tersebut diketahui terjadi di atas rangkaian KA Murhani saat berhenti di Stasiun Tegal, Rabu (22/4/2026).

Respons Humas Kereta Api

Menanggapi viralnya video tersebut, Manager Humas Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa setop kontak yang tersedia di setiap kursi diperuntukkan bagi perangkat elektronik pribadi dengan konsumsi daya rendah, seperti pengisian baterai ponsel, tablet, laptop, maupun earphone.

“Penggunaan setop kontak untuk peralatan berdaya tinggi, seperti kompor listrik, rice cooker, hair dryer, maupun alat elektronik rumah tangga lainnya sangat tidak diperbolehkan,” kata Luqman dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).

 “Selain melanggar aturan, hal tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan, serta mengganggu kenyamanan pelanggan lain,” lanjut Luqman.

Atas video viral yang beredar, Luqman menyayangkan tindakan penumpang tersebut yang menyalakan kompor listrik di salah satu gerbong kereta.

Dia mengatakan, hal tersebut bertentangan dengan ketentuan dan aturan KAI.

 Dia bilang, tindakan tersebut memiliki konsekuensi risiko keselamatan dan dapat mengganggu sistem kelistrikan kereta.

“Kami memahami perhatian publik terhadap isu ini. Oleh karena itu, KAI saat ini masih melakukan penelusuran dan pendalaman secara menyeluruh, guna memastikan kebenaran informasi yang beredar, sebagai bagian dari komitmen kami dalam menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan,” tambahnya.

Dia mengingatkan bahwa penggunaan perangkat berdaya besar secara bersamaan dapat memicu beban listrik berlebih, yang berpotensi mengganggu sistem kelistrikan kereta.

Baca juga: Besarnya Biaya Layanan Video Conference BGN Rp 5,7 Miliar, Mahfud MD Singgung Boros Anggaran

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved