Berita Viral

Armada Perang dan Pasukan AS Terus Berdatangan, China Minta Semua Warganya Segera Keluar dari Iran

China mendadak mengeluarkan peringatan keras bagi warganya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut

Editor: AbdiTumanggor
Istimewa
Kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz, USS George HW Bush.(ANGKATAN LAUT AS via WIKIMEDIA COMMONS) 

TRIBUN-MEDAN.COM -  Di tengah Amerika Serikat terus memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengirim tambahan kapal perang, pesawat tempur, dan ribuan pasukan, China mendadak mengeluarkan peringatan keras bagi warganya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut atau berpindah ke area yang lebih aman sesegera mungkin.

Pengumuman mendadak tersebut disampaikan menyusul risiko keamanan yang terus meningkat akibat konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Kamis (24/4/2026), kedutaan dan konsulat China di Iran memang mengakui bahwa sebagian wilayah udara Iran telah dibuka kembali untuk penerbangan.

Akan tetapi, kedutaan dan konsulat China menegaskan, kondisi di lapangan belum sepenuhnya stabil, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

"Situasi regional tetap rapuh, sementara kondisi keamanan masih kompleks dan sangat fluktuatif," tulis pernyataan resmi tersebut. 

Otoritas China juga meminta warga negaranya untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra selama berada di Iran.

Warga diminta untuk menjauhi lokasi-lokasi sensitif yang berisiko menjadi target serangan. 

Lokasi-lokasi yang dimaksud seperti gedung pemerintahan hingga fasilitas militer.

Bagi mereka yang memilih untuk tetap tinggal, pihak kedutaan mendesak agar segera menghubungi otoritas lokal jika terjadi keadaan darurat serta mencari bantuan melalui misi diplomatik China.

Pemerintah China turut memberikan peringatan tegas bagi warga yang mengabaikan imbauan ini.

Warga yang tetap nekat bepergian ke Iran di tengah situasi konflik akan menghadapi risiko keamanan yang jauh lebih tinggi. 

China juga menggarisbawahi bahwa dalam situasi tertentu, warga yang melanggar imbauan perjalanan mungkin tidak akan bisa mendapatkan bantuan konsuler secara maksimal jika terjebak dalam konflik.

Sebagai catatan, peringatan serupa sebelumnya telah dikeluarkan oleh otoritas China pada 27 Februari 2026.

Amerika Terus Perkuat Armada Militer

Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat terus memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengirim tambahan kapal perang, pesawat tempur, dan ribuan pasukan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved