Berita Viral
Hoaks Dana di Bank Dipakai untuk Program MBG, OJK Pastikan Stabilitas Bank BUMN
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tidak ada aksi penarikan dana secara massal di bank-bank milik negara (BUMN).
TRIBUN-MEDAN.COM – Belakangan ini beredar narasi bohong di media sosial bahwa dana nasabah di bank Himbara akan dipakai untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Unggahan di Instagram bahkan menyebut kas negara hanya tersisa Rp120 triliun.
Unggahan ini memicu komentar ribuan warganet, sebagian mengajak menarik dana dari bank.
OJK menegaskan informasi tersebut tidak benar.
“Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam keterangannya dikutip, Jumat (24/4/2026).
Menurut OJK, penyaluran kredit ke program pemerintah tetap merupakan keputusan bisnis bank, bukan paksaan.
Bank hanya akan menyalurkan kredit jika analisis bisnis menunjukkan keuntungan dan sesuai aturan OJK.
Saat ini OJK tengah menyiapkan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) tentang Rencana Bisnis Bank (RBB).
Aturan ini bertujuan memperkuat perencanaan strategis bank agar lebih terarah dan berkelanjutan, termasuk dalam mendukung program pemerintah.
Namun, penyaluran kredit tidak bersifat mandatori dan tidak ada kuota tertentu.
OJK menegaskan keputusan penyaluran kredit tetap mengikuti prinsip kehati-hatian dan analisis kelayakan debitur. Bank harus yakin atas prospek usaha dan kemampuan bayar debitur sebelum menyetujui kredit.
"OJK senantiasa mendorong peran aktif perbankan dalam mendukung program pemerintah, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko dan tata kelola yang baik," pungkas Dian.
Tidak Ada Penarikan Massal
Diberitakan sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tidak ada aksi penarikan dana secara massal di bank-bank milik negara (BUMN).
Pernyataan ini muncul setelah beredar ajakan di media sosial yang mendorong masyarakat menarik tabungan akibat rencana pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Dian Ediana Rae, menyebut pihaknya terus melakukan monitoring terhadap aktivitas perbankan. Hasil pengawasan menunjukkan tidak ada gejala penarikan dana yang tidak wajar.
"Kita monitor closely bank-nya, apakah ada penarikan yang unusual kepada bank-bank BUMN dan sampai saat ini tidak ada penarikan seperti itu," ujar Dian dalam keterangannya dikutip, Jumt (24/4/2026).
Menurutnya, hal ini membuktikan masyarakat Indonesia semakin dewasa dalam menyikapi isu liar di media sosial. “Saya kira masyarakat kita sudah cukup dewasa menyikapi isu-isu seperti ini,” tambahnya.
Meski OJK menegaskan kondisi aman, sejumlah pihak menilai pemerintah perlu memperjelas peran Danantara.
Trioksa Siahaan, Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), mengingatkan agar masyarakat tetap kritis dan tidak mudah terprovokasi.
“Perlu dijelaskan mengenai Danantara dan pengawasan yang independen terhadap Danantara harus tetap ada sehingga kekhawatiran masyarakat terkait kasus yang terjadi di Malaysia tidak terjadi,” ujar Trioksa.
Ia menambahkan, jika tata kelola dijaga dengan baik, Danantara justru bisa mempercepat peningkatan nilai ekonomi Indonesia dan membentuk holding BUMN besar seperti di negara lain.
“Selama tata kelola bisa dijaga baik, semoga dapat lebih bermanfaat bagi negara dan masyarakat,” katanya.
Bank Mandiri Tegaskan Dana Nasabah Aman
Senada dengan OJK, PT Bank Mandiri Tbk meminta nasabah tidak khawatir.
Corporate Secretary Bank Mandiri, M Ashidiq Iswara, menegaskan kondisi keuangan Bank Mandiri solid dan aman.
"Kami ingin menegaskan bahwa kondisi keuangan dan fundamental bisnis Bank Mandiri berada dalam keadaan yang solid dan aman. Oleh karena itu, nasabah serta pemangku kepentingan tidak perlu merasa khawatir," ujarnya, Jumat (21/2).
Bank Mandiri berkomitmen menjalankan operasional bisnis berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang diawasi ketat oleh Bank Indonesia (BI) dan OJK.
Selain itu, Mandiri merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga dana nasabah tetap terlindungi.
"Dana nasabah tetap aman dan tidak terkait dengan kegiatan investasi yang dilakukan oleh BPI Danantara," tegas Ashidiq.
(*/Tribun-medan.com)
Artikel ini sebagian telah tayang sebelumnya di Tribunnews.com dengan judul Ramai Seruan Tarik Dana di Bank BUMN, Mandiri Minta Nasabah Tak Khawatir soal Keamanan Dana
bank BUMN
OJK Pastikan Stabilitas Bank BUMN
Isu Tarik Dana Hanya Hoaks
Hoaks Dana Bank BUMN Digunakan untuk MBG
| Anggarkan Kursi Pijat Rp 125 Juta, Rudy Mas'ud Curhat Nyetir Sendiri Sampai Pegawai Kasihan |
|
|---|
| NASIB Etik Digigit Mantan Gara-gara Tolak Balikan, Tas Dirampas, Kisah Cinta Berujung di Meja Hijau |
|
|---|
| NASIB Tragis Ibu Tiri Cantik Berusia 30 Tahun, Dibunuh Anak Tiri 24 Tahun, Terungkap Motif Cemburu |
|
|---|
| MOTIF Pria MH 24 Tahun Nekat Bunuh Ibu Tirinya ABF Usia 30 Tahun, Terkuak Dugaan Perselingkuhan |
|
|---|
| Timbul Marganda Lingga dan Polemik Usulan KPK: Membatasi Masa Jabatan Ketua Umum Parpol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sejumlah-siswa-di-Kota-Medan-saat-menunjukkan-menu-MBG-nasi-goreng.jpg)