Berita Viral

UPDATE Kasus Dugaan Penistaan Agama Jusuf Kalla, Polisi Mulai Lakukan Penyelidikan di Lab Forensik

Kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Jusuf Kalla mulai diselidiki Polisi. 

Tribunnews.com
KASUS IJAZAH JOKOWI - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla usai melaporkan dugaan pencemaran nama baik di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Jusuf Kalla meyakini jika ijazah milik Jokowi sendiri sejatinya asli. Untuk itu, ia menyarankan agar Jokowi segera memperlihatkan ijazahnya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Baca juga: Jusuf Kalla Murka Dipolisikan, Sebut Tudingan Nista Agama Dipolitisasi Usai Singgung Ijazah Jokowi

Dalam laporan itu, keduanya dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 48 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE juncto Pasal 32 dan/atau Pasal 243 KUHP.

Pelapor turut menyerahkan sejumlah barang bukti berupa dokumen, tangkapan layar percakapan, dan satu flashdisk.

"Untuk barang bukti yang dilaporkan ada tiga lembar dokumen, print out percakapan layar dan flashdisk," tuturnya.

Namun, Budi menegaskan laporan itu masih dalam tahap pengkajian dan penyelidikan awal. 

Penyidik juga masih mendalami keaslian konten yang dilaporkan, yang disebut berasal dari kanal YouTube Cokro TV.

Potongan Video Timbulkan Perseptif Negatif

Sementara itu, pelapor Paman Nurlette menyebut potongan video ceramah JK di Masjid UGM telah menimbulkan persepsi negatif di masyarakat dan memicu kebencian.

“Membuat laporan polisi tentang dugaan tindak pidana penghasutan dan provokasi yang diduga dilakukan oleh saudara Ade Armando dan Permadi Arya melalui media sosial," tutur perwakilan APAM sekaligus pelapor Paman Nurlette kepada wartawan dikutip Selasa (21/4/2026).

Ia juga menilai penyebaran video yang tidak utuh tersebut dapat mengganggu kondusivitas serta berpotensi menimbulkan konflik sosial.

"Bahkan mereka ikut menyerang agama Islam, Al-Qur'an, dan Nabi Muhammad SAW. Dikhawatirkan mengingat memori kelam dan trauma kolektif orang Maluku yang dulu pernah terseret dalam arus konflik komunal yang sangat deras," ucap dia. 

Baca juga: Wajah Kesal Jusuf Kalla Terseret Polemik Ijazah Jokowi, Tegaskan Hanya Memberi Nasihat

"Jadi apa maksud mereka memotong video itu? Jadi kalau mereka mempublikasikannya secara utuh, otomatis video itu, itu dipahami secara komprehensif, tidak kehilangan makna substansi dari ceramah itu tapi karena dipotong menjadi gaduh," tambah dia.

Sementara itu, Ade Armando dan Abu Janda saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (21/4/2026) merespons laporan tersebut. 

Ade mengaku siap menghadapi laporan yang menyeret namanya itu 

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved