Berita Internasional

IRGC Iran Hentikan 2 Kapal Israel di Selat Hormuz, Disebut Melanggar Ternyata Punya Tujuan Ini

Pihak IRGC Mengungkapkan kapal tersebut telah melanggar peraturan yang dibuat Iran di Selat Hormuz.

TRIBUN MEDAN/WIKIMEDIA COMMONS
Pada 2 April 2026, kapal kontainer CMA CGM Kribi milik Prancis berhasil melintasi Selat Hormuz. Menurut data pelacakan MarineTraffic, kapal tersebut meninggalkan Teluk dan berlayar menuju lepas pantai Muscat, Oman, sehari kemudian. 

TRIBUN-MEDAN.com - Terungkap detik-detik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menahan kapal milik Israel.

Pihak IRGC Mengungkapkan kapal tersebut telah melanggar peraturan yang dibuat Iran di Selat Hormuz.

Ada dua Kapal Israel yang melintas di Selat Hormuz pada Rabu (22/4/2026).

Pasukan angkatan laut langsung menghentikan dua kapal itu, lalu diarahkan ke perairan teritorial Iran.

Kapal tersebut dianggap telah melanggar aturan.

"Pagi ini, pasukan angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran mengidentifikasi dan menghentikan dua kapal yang melanggar di Selat Hormuz," kata IRGC dilansir AFP, Rabu (22/4/2026). 

"Kedua kapal yang melanggar tersebut... ditangkap oleh pasukan angkatan laut IRGC dan diarahkan ke pantai Iran," lanjut pernyataan tersebut. 

Mereka mengidentifikasi satu kapal sebagai "MSC-FRANCESCA", yang menurut mereka milik "rezim Zionis" yang merujuk pada Israel.

Kemudian kapal kedua diidentifikasi sebagai "EPAMINONDAS", yang menurut IRGC mengganggu sistem navigasi dan membahayakan keamanan maritim. 

Pasukan IRGC kemudian memberi peringatan terhadap tindakan apa pun yang melanggar peraturan yang diberlakukan oleh Teheran di selat tersebut. 

Termasuk segala bentuk aktivitas yang bertentangan dengan jalur aman yang melalui jalur air tersebut. 

Teheran mengatakan kapal-kapal harus meminta izin untuk meninggalkan atau memasuki Teluk melalui Hormuz. 

Jalur maritim ini merupakan penyumbang seperlima dari ekspor minyak dan gas dunia bersama dengan komoditas vital lainnya pada masa damai. 

Sebelumnya, Iran aktif menutup lalu lintas Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan yang dilakukan AS dan Israel pada akhir Februari 2026. 

Namun, konfrontasi di jalur tersebut semakin memanas setelah kegagalan pembicaraan antara Washington dan Teheran di Pakistan pada 11 April 2026. 

Militer AS kemudian menerapkan blokade lalu lintas maritim untuk kapal-kapal yang menuju dan dari pelabuhan Iran pada Senin (13/4/2026). 

Pada Jumat (17/4/2026), Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. 

Di hari yang sama Iran mengumumkan membuka Selat Hormuz menyusul kesepakatan itu. 

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Selat Hormuz terbuka untuk semua kapal komersial selama periode gencatan senjata tersebut. 

Langkah yang dipuji oleh Presiden AS Donald Trump sambil menekankan, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran di sepanjang selat tersebut tetap berlanjut. 

Kemudian, pada Sabtu (18/4/2026) Teheran kembali menutup Selat Hormuz karena AS kukuh memblokade jalur laut tersebut.

Artikel sudah tayang di Kompas

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved