Berita Internasional

Fakta Sebenarnya Kondisi Motjaba Usai Serangan Udara, Sempat Dikabarkan Kritis

Otoritas setempat menegaskan bahwa cedera yang dialami hanya bersifat ringan dan tidak mengganggu aktivitasnya.

TRIBUN MEDAN/Istimewa/(WIKIMEDIA COMMONS via WION)
Mojtaba Khamenei (kanan), putra dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kiri). 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketegangan di Iran kembali menjadi sorotan setelah pemerintah memastikan kondisi pemimpin barunya, Mojtaba Khamenei, pasca serangan udara yang menargetkan kediamannya. 

Otoritas setempat menegaskan bahwa cedera yang dialami hanya bersifat ringan dan tidak mengganggu aktivitasnya.

Pejabat Iran menyebut Mojtaba Khamenei mengalami luka di bagian kaki akibat dampak ledakan.

Namun, pemerintah membantah berbagai kabar yang menyebut kondisinya kritis, sekaligus menilai informasi tersebut sebagai spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

Pejabat Iran, Azim Ebrahimpour, menyatakan bahwa Mojtaba berada di lokasi saat serangan terjadi.

Ia dilaporkan mengalami luka di bagian kaki akibat gelombang kejut dari ledakan rudal.

Meski demikian, kondisi tersebut disebut tidak serius dan tidak mengganggu kemampuannya dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin.

Pemerintah Iran juga membantah berbagai laporan yang menyebut kondisi Khamenei lebih parah. 

Ebrahimpour menilai informasi tersebut tidak akurat dan berpotensi memicu spekulasi yang dapat mengganggu stabilitas internal negara.

Insiden ini terjadi setelah serangan udara yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Teheran pada akhir Februari lalu.

Dalam rangkaian peristiwa tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas. Tidak lama setelah itu, tepatnya pada 9 Maret Mojtaba Khamenei diangkat sebagai penggantinya.

Spekulasi Kondisi Pemimpin Menguat

Namun sejak pengangkatan itu Mojtaba diketahui hanya menyampaikan dua pernyataan tertulis tanpa disertai rekaman suara atau penampilan visual. Situasi ini dinilai tidak biasa di tengah kemajuan teknologi komunikasi saat ini.

Sejumlah pihak bahkan mempertanyakan validitas kepemimpinannya. Beberapa spekulasi berkembang di ruang publik, termasuk keraguan apakah ia benar-benar memegang kendali pemerintahan.

Di media sosial, muncul berbagai narasi liar yang memperkeruh situasi. Bahkan ada klaim menyebut bahwa Khamenei mengalami cedera serius akibat serangan udara, termasuk dugaan kehilangan salah satu kaki.

Beberapa laporan lain yang dikutip Impressive Times menyebut kemungkinan kondisi Mojtaba yang berada dalam kondisi koma atau tidak mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara aktif.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved