Berita Internasional
Hasil Survei Warga AS Mulai Ragukan Mental Donald Trump, Emosinya Sering Meledak-ledak
Hanya 26 persen warga Amerika yang mengatakan mereka menganggap Trump "berwatak tenang."
TRIBUN-MEDAN.com - Dalam beberapa hari terakhir, tingkat persetujuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih berada pada titik terendah karena banyak warga Amerika mempertanyakan temperamennya di tengah perang Iran.
Selain perang Iran, warga AS juga menyoroti perseteruan Donald Trump dengan pemimpin umat Katolik Paus Leo XIV
Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dipublikasikan hari ini, Rabu (22/4/2026), selama enam hari terakhir menunjukkan hanya 36 persen warga Amerika yang menyetujui kinerja Trump, tidak berubah dari survei bulan sebelumnya.
Tingkat persetujuan tertinggi Trump pernah mencapai 47 persen, tak lama setelah ia dilantik jadi presiden AS pada 20 Januari 2025 lalu.
Tingkat persetujuan (approval rating) adalah ukuran statistik atau persentase yang menunjukkan seberapa besar dukungan, kepuasan, atau penerimaan publik terhadap kinerja seorang pemimpin politik, kebijakan, atau produk selama periode waktu tertentu.
Sejak melancarkan perang ke Iran Trump telah berada di bawah tekanan sejak pemerintahannya melancarkan perang melawan Iran bulan Februari lalu yang telah mendorong harga bensin melonjak tajam di negara itu.
Sekitar 36 persen warga Amerika menyetujui serangan militer AS terhadap Iran, dibandingkan dengan 35 persen dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada 10-12 April.
Jajak pendapat terbaru terhadap 4.557 orang dewasa AS di seluruh negeri, yang dilakukan secara daring, memiliki margin kesalahan 2 poin persentase.
Khawatir temperamen Trump
Jajak pendapat menunjukkan banyak warga Amerika, termasuk beberapa anggota Partai Republik Trump, memiliki kekhawatiran tentang temperamen dan ketajaman mental presiden berusia 79 tahun itu.
Terutama setelah emosinya terkesan meledak-ledak akhir-akhir ini.
Hanya 26 persen warga Amerika yang mengatakan mereka menganggap Trump "berwatak tenang."
Partai Republik, pendukung Trump, terpecah pendapatnya mengenai hal ini, dengan 53 persen menganggapnya demikian dan 46 persen mengatakan tidak, sementara sebagian kecil menolak untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Hanya 7 persen Partai Demokrat yang melihat Trump sebagai sosok yang berwatak tenang.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru sekitar 51persen warga Amerika - termasuk 14 dari Partai Republik, 54 dari partai independen, dan 85 dari Partai Demokrat - mengatakan ketajaman mental Trump telah "memburuk" selama setahun terakhir.
Mental adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan batin, pikiran, emosi, dan kejiwaan seseorang. Ini mencakup cara individu berpikir, merasa, bertingkah laku, serta merespons situasi.
Kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang mengelola stres, bekerja produktif, dan berinteraksi positif menurut situs Halodoc.
Ancaman-ancaman Trump
Trump telah menunjukkan kegelisahan publik eberapa pekan terakhir.
Di media sosial dia kerap memposting ancaman terhadap Iran bahkan akan memusnahkan peradaban Iran.
Trump sekaligus menyerang Paus Leo sebagai sosok yang lemah dalam menangani kejahatan setelah Paus mengkritik perang Iran.
Lalu Trump juga mengancam - bahkan dengan kata-kata kasar - untuk menghancurkan semua jembatan dan pembangkit listrik Iran.
Awal tahun ini, ia membuat sekutunya khawatir dengan mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap Denmark, sekutu NATO, atas tuntutan Denmark agar AS mencaplok Greenland.
Serangan terhadap Paus Leo dan jajak pendapat lainnya
Serangan Trump terhadap Paus Leo telah menarik perhatian sebagian orang Amerika yang umumnya memiliki pendapat yang lebih baik tentang Paus daripada tentang presiden.
Sekitar 60 persen responden mengatakan mereka memiliki pandangan yang baik terhadap Paus Leo, dibandingkan dengan 36 persen yang mengatakan hal yang sama tentang Trump.
Mereka juga memandang Paus lebih baik daripada tokoh-tokoh Demokrat terkemuka termasuk Gubernur California Gavin Newsom dan mantan Wakil Presiden Kamala Harris.
Jajak pendapat tersebut menemukan bahwa hanya 16 persen warga Amerika yang mendukung keluarnya AS dari aliansi NATO, sebuah langkah yang telah diancam oleh Trump.
Perang dengan Iran memicu lonjakan harga bensin yang telah memukul keuangan pribadi sebagian besar warga Amerika.
Tingkat persetujuan Trump atas penanganannya terhadap biaya hidup di Amerika Serikat adalah 26 persen, angka terendah yang pernah diraihnya.
Demikian pula, hanya 26 persen responden dalam jajak pendapat yang mengatakan bahwa aksi militer AS di Iran sepadan dengan biayanya.
Hanya 25 persen responden - termasuk 6 dari Partai Demokrat dan 57 dari Partai Republik - yang mengatakan bahwa mereka berpikir serangan AS terhadap Iran akan membuat Amerika lebih aman.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Keputusan Donald Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Reaksi Iran: Pengumuman yang Tidak Berarti |
|
|---|
| Kejutan Besar Iran Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal, Tegaskan Tak Mau Turuti Perintah Trump |
|
|---|
| Viral 2 Pengantin Pria Tiba di Pesta Pernikahan dan Rebut Satu Mempelai Wanita, Acara Berakhir Ricuh |
|
|---|
| Belum Pulih dari Keguguran, Wanita Ini Diceraikan Suami demi Selingkuhan yang Lebih Kaya |
|
|---|
| Fakta Sebenarnya Kondisi Motjaba Usai Serangan Udara, Sempat Dikabarkan Kritis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-1.jpg)