Berita Viral
Penyebab Santri di Sumedang Rela Putus Sekolah, Wakil Bupati Turun Tangan: Besok Kembali ke Sekolah
tersimpan sebuah pengorbanan besar, I memutuskan berhenti sekolah demi membantu ayahnya mencari nafkah.
TRIBUN-MEDAN.com - Momen perpisahan di ruang kelas VIII-I SMP Negeri 1 Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, mendadak jadi sorotan nasional.
Sebuah video yang memperlihatkan seorang remaja berinisial I (14) bersalaman dengan rekan sekelasnya sambil menahan isak tangis viral di jagat TikTok dan Instagram.
Di balik video yang diunggah akun @8imazing tersebut, tersimpan sebuah pengorbanan besar, I memutuskan berhenti sekolah demi membantu ayahnya mencari nafkah.
Pilihan Hati Sang Anak Sulung
Menanggapi simpati sekaligus kekhawatiran warganet mengenai isu eksploitasi anak, I memberikan klarifikasi langsung dari kediamannya pada Senin (20/4/2026).
Dengan suara yang tenang namun tegas, ia menyatakan bahwa keputusan melepas seragam sekolah adalah murni inisiatif pribadinya.
"Ini niat saya sendiri, ingin membantu ayah jualan. Bahkan, ayah sempat melarang saya dan meminta tetap fokus sekolah," ujar I kepada Kompas.com.
Sejak awal Ramadhan, I sudah mulai membantu sang ayah berjualan fried chicken dan tahu crispy di kawasan Alun-alun Tanjungsari. Namun, seiring beratnya beban hidup pasca-Lebaran, ia memilih terjun penuh dari jam 09.00 pagi hingga jam 10.00 malam.
"Ya, cuma ingin bantu ayah, kasian ayah. Buat bantu adik-adik saya juga. Gak ada niat lain," tutur anak sulung dari tiga bersaudara tersebut dengan suara terbata-bata.
Beban Finansial yang Menumpuk
Ayah I, Imam Agus Faisal (34), tak kuasa menahan haru melihat kedewasaan putranya. Imam menegaskan bahwa dirinya justru merupakan orang pertama yang menolak keinginan anaknya untuk berhenti sekolah.
Namun, kondisi ekonomi keluarga memang sedang berada di titik nadir pasca-perceraian.
"Saya tidak pernah meminta I berhenti sekolah. Justru saya ingin dia tetap belajar. Tapi, dia sendiri yang ingin membantu karena kondisi keluarga kami," kata Imam.
Imam mengungkapkan bahwa ia harus menanggung utang cukup besar yang ditinggalkan mantan istrinya tanpa sepengetahuan dirinya.
Hal inilah yang memicu empati I untuk tidak tinggal diam melihat ayahnya berjuang sendirian.
Leli Lijayanti (36), kerabat keluarga, menambahkan bahwa I memang dikenal sebagai sosok yang sangat penurut dan tidak banyak tingkah. "Anaknya baik, tidak banyak bicara, sangat penurut," ungkapnya.
Pemerintah Turun Tangan: I Kembali ke Bangku Sekolah
Kisah pilu ini akhirnya sampai ke telinga Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, bergerak cepat dengan mendatangi rumah I. Sebelum tiba di rumah keluarga tersebut, Wabup Fajar melakukan aksi simpatik dengan memborong seluruh dagangan I di Alun-alun Tanjungsari agar remaja itu bisa segera pulang dan beristirahat.
Fajar menegaskan bahwa masa depan pendidikan I adalah prioritas utama pemerintah daerah.
"Besok I akan kembali ke sekolah. Wajib bagi setiap anak di Sumedang untuk menuntaskan pendidikan 12 tahun," tegas Fajar.
Selain menjamin kembalinya I ke sekolah, Pemkab Sumedang juga memasukkan keluarga Imam ke dalam daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan sosial lainnya. Fajar juga secara tegas membantah adanya isu eksploitasi dalam kasus ini.
Solidaritas dari Balik Meja Kelas
Kembalinya I ke sekolah tentu menjadi kabar bahagia bagi teman-teman sekelasnya. Sebelumnya, para sahabat I di kelas VIII-I secara aktif menandai akun Gubernur Jawa Barat dan Bupati Sumedang agar memberikan bantuan.
Pesan menyentuh yang mereka tuliskan untuk I seolah menjadi penguat bagi sang remaja:
"Rasanya sedih sekali tahu kalau kita gak bisa lagi berjuang bareng di kelas yang sama. Kita mengerti kalau keadaan ini bukan pilihanmu, tapi aku percaya di balik kesulitan ini, kamu sedang dipersiapkan untuk sesuatu yang jauh lebih besar."
Kini, perjuangan I tidak lagi dilakukan di jalanan Alun-alun, melainkan kembali di meja sekolah untuk mengejar mimpi-mimpinya.
Artikel sudah tayang di Kompas.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| NASIB Atlet MMA Terancam Hukuman Mati Kasus Pembunuhan Nus Kei, Polisi Minta Keluarga Tahan Diri |
|
|---|
| Profil Fredy Ferdian Isnartanto akan Jadi Hakim Kasus Penyiraman Andrie Yunus |
|
|---|
| Respons Bahlil Lahadalia Tewasnya Kader Golkar Nus Kei, Ambil Langkah Organisasi Kawal Kasus |
|
|---|
| Disambar Kereta Api, Seorang Pengemudi Ojol Tewas Terpental di Medan Denai |
|
|---|
| Nasib 2 Tersangka Penikaman Nus Kei Terancam Hukuman Mati, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/santri-sumedang-tribunmedan1.jpg)