Berita Nasional

Respons Jokowi Jawab Klaim JK Jadikannya Presiden: Saya Orang Kampung, Bukan Siapa-siapa

Jokowi merespons santai dengan menyebut dirinya hanya “orang kampung” dan enggan memperpanjang polemik.

TRIBUN MEDAN
TribunSolo.com DRAMA IJAZAH JOKOWI - Jokowi menegaskan bahwa pihak yang menuduh ijazahnya palsu harus membuktikan, bukan dirinya yang diminta menunjukkan. 

Ia lantas mengajak semua pihak untuk menjaga narasi kebangsaan yang sehat, tidak menyederhanakan proses demokrasi menjadi klaim personal, dan menjunjung tinggi semangat persatuan. 

"Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat dan setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu," pungkasnya.

Arti Termul

Istilah Termul, mendadak kembali jadi perhatian publik setelah Wapres ke-12 RI, Jusuf Kalla, menyebut kata tersebut dalam klarifikasinya terkait polemi ijazah palsu Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi).

Sosok Jusuf Kalla kini menjadi sorotan setelah memberikan klarifikasi di kediamannya, Sabtu (18/4/2026).

Pada kesempatan itu, Jusuf Kalla menggunakan nada tegas dan menyampaikan pandangan bukan untuk memperkeruh suasana.

Menurutnya, nasihat ini bentuk agar polemik dugaan ijazah palsu Jokowi tidak semakin memanas.

Namun, suasana sempat memanas ketika Kalla menanggapi pihak-pihak yang dianggap salah memahami posisinya. 

Ia menilai ada narasi yang menyeret namanya seolah-olah ikut mendelegitimasi Presiden.

Dalam momen tersebut, Kalla melontarkan pernyataan yang menyita perhatian.

Ia mengatakan, “Kasih tahu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” dengan nada tegas di hadapan awak media.

Istilah “termul” sendiri dipakai sebagai sindiran untuk pihak yang dianggap terlalu membela Jokowi

Meski demikian, Kalla menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan bentuk klaim sepihak.

Ia menjelaskan bahwa proses politik selalu melibatkan banyak pihak dan tidak bisa disederhanakan hanya pada satu peran saja.

Bahkan terakhir Jusuf Kalla dituduh memberi Roy Suryo Rp 5 miliar untuk kasus ijazah Jokowi.

"Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 m. mana saya kasih Rp 5 m, ketemu aja tidak tahu saya. kenal pun tidak, ini buktinya, WA-nya. Yadi jangan terima. Saya dibilang bohirnya, ketemu saja tidak mau saya," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved