Berita Viral

TANGIS Pilu JL, Uang Ayahnya Rp4,7 Miliar Digelapkan Suami, Sebagian Diberikan ke Wanita Selingkuhan

Selain menggelapkan uang ayahnya, istrinya juga merasa dikhianati atas dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ILUSTRASI/AI
Wanita inisial JL (35) melaporkan sang suami inisial SU alias Aan (36) ke Polda Bengkulu, Senin (20/4/2026). Adapun pelaporan terkait perselingkuhan dan penggelapan uang mertua. 

"(Laporan) di Polres Kepahiang itu terkait penggelapan uang Rp4,7 miliar, di Polda Bengkulu ini terkait perselingkuhan dan perzinahan,"ungkapnya kemudian.

SU alias Aan Telah Diamankan Polres Kepahiang

SU alias AA telah diamankan penyidik Polres Kepahiang, Provinsi Bengkulu, terkait kasus penggelapan uang Rp 4,7 miliar milik mertuanya, Senin (13/4/2026).

Pelaku merupakan orang kepercayaan korban yang tidak lain mertuanya. 

Mertua pelaku merupakan pengusaha kopi terkemuka di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Pelaku diberi kepercayaan untuk mengembangkan usaha kopi yang mereka kelola.

Bukannya menjaga amanah, pelaku justru menyalahgunakan kepercayaan tersebut untuk kepentingan pribadi. 

Terungkapnya kelakuan Aan ini bermula dari kecurigaan mertua (ayah JL) terhadap hasil penjualan kopi yang dinilai tidak sesuai.

Aan diketahui mendapatkan kuasa penuh dari korban untuk memasarkan dan menjual kopi ke sejumlah mitra usaha.

Dengan peran tersebut, pelaku Aan menjadi pihak yang menerima pembayaran dari para mitra.

Namun, kepercayaan itu justru dimanfaatkan untuk melakukan aksi penggelapan secara bertahap.

"Modusnya, pelaku memanfaatkan kuasa yang diberikan korban. Ia menjadi perantara penjualan kopi, namun uang hasil penjualan tidak seluruhnya disetorkan," jelas Kanit Pidum, Polres Kepahiang, Ipda Abdullah Barus saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/4/2026). 

Pada awal kejadian, korban tak menaruh curiga pada pelaku namun seiring waktu korban merasa janggal karena ada selisih yang cukup besar antara hasil yang diterima dengan jumlah yang seharusnya didapat membuat korban akhirnya melakukan penelusuran sendiri.

Korban bukan pemain baru di bisnis kopi, kemudian melakukan investigasi, akhirnya ditemukan fakta mengejutkan.

"Para mitra menyampaikan bahwa pembayaran sudah dilakukan kepada pelaku, yang selama ini dipercaya sebagai pengelola penjualan," kata Ipda Abdullah. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved