Berita Viral
CURHAT Pelaut Indonesia Bertemu Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Heran Semua Kru WNA dari India
Diungkap Adrian, ia juga kaget usai mengobrol dengan kru kapal tersebut yang seolah mengejek WNI.
"Kru India, pemiliknya orang Indonesia tapi krunya India," kata kru kapal Gamsunoro.
"Oh jadi semua krunya dari India ya? tidak ada orang Indonesia di sana?" tanya Adrian lagi.
"Negatif, tidak ada orang Indonesia, semuanya India," akui kru kapal.
Kecewa karena tak ada WNI di kapal Pertamina
Setelah berbincang dengan kru kapal Gamsunoro, Adrian mengaku syok dengan ceritanya.
Baca juga: Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Taput Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi
Padahal di awal ekspektasi Adrian adalah bisa berbincang dengan sesama WNI setelah sama-sama terjebak di Selat Hormuz.
"Itu salah satu percakapan gue dengan kru kapal tanker Gamsunoro, syok, gue juga syok karena gue berharap itu ada orang Indonesia di sana. Netizen pun bertanya bang gimana keadaan di sana, baik-baik aja. Gue semangat di awal, gue hubungi, ternyata (tidak ada WNI)," pungkas Adrian Umar.
Diungkap Adrian, ia juga kaget usai mengobrol dengan kru kapal tersebut yang seolah mengejek WNI.
"Enggak ada gue edit, (videonya) enggak gue lanjutin karena takutnya kalian sakit hati karena nadanya lumayan mengejek kayak 'lu perusahaan Indonesia tapi krunya full India," kata Adrian.
Atas hal tersebut, Adrian sebagai Pelaut WNI mengaku kecewa.
Adrian bingung kenapa di kapal Pertamina itu sama sekali tidak ada WNI.
"Sebagai putra bangsa pasti kecewa, karena kalau enggak ada pelaut Indonesia, oke fine artinya enggak ada yang sanggup bawa kapal itu. Tapi Indonesia itu memiliki 1,4 juta pelaut, kita itu ada di urutan ketiga di dunia untuk non perwira," ujar Adrian.
Baca juga: Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Taput Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi
Terkait dengan hal itu, Adrian mengurai kritikannya untuk pemerintah dan BUMN.
Adrian menyoroti soal fenomena anak-anak bangsa yang memilih untuk berkarir di perusahaan luar negeri ketimbang dalam negeri.
Kata Adrian, banyak anak muda yang merasa tak dihargai oleh bangsa.
"Perusahaan BUMN milik negara, pajak dari negara dan lain-lain tapi lu ngasih makan negara luar. Okelah fine kalau mix crew. Masalahnya satupun enggak ada (WNI), itu berdasarkan keterangan dari kru yang tadi gue ajak ngobrol. Inilah alasan kenapa anak bangsa pada cabut, mencari rezekinya di luar negeri. Karena negara pun bahkan tidak menghargai skill mereka," imbuh Adrian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/CURHAT-Pelaut-Indonesia-Bertemu-Kapal-Pertamina-di-Selat-Hormuz-Heran-Semua-Kru-WNA-dari-India.jpg)