Berita Viral
JAWABAN Kades Sampurno Dinilai Punya Ilmu Kebal Gegara Selamat Dari Serangan Sajam dengan Brutal
Kepala Desa Pakel, Sampurno menjawab kecurigaan publik yang bisa selamat dari serangan brutal belasan orang.
TRIBUN-MEDAN.com - Kepala Desa Pakel, Sampurno menjawab kecurigaan publik yang bisa selamat dari serangan brutal belasan orang.
Sampurno bisa selamat dari serangan senjata tajam.
Sampurno disebut-sebut memiliki ilmu tahan bacok. Dia juga menggunakan gerakan misterius setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Insiden pembacokan itu terjadi pada Rabu, 15 April 2026.
Sampurno melawan saat diserang oleh belasan orang menggunakan senjata tajam jenis celurit.
Meski menerima sejumlah luka bacok, korban berhasil selamat dari peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya.
Berdasarkan hasil visum, Sampurno mengalami luka di bagian kepala sepanjang 0,5 sentimeter, memar dan lecet di bahu kanan serta kiri sepanjang 7 sentimeter, serta luka sayatan di lengan kanan sepanjang 3 sentimeter.
Selamatnya Sampurno dari serangan tersebut memicu spekulasi di masyarakat bahwa dirinya memiliki ilmu kebal.
Namun, ia secara tegas membantah anggapan tersebut.
"Saya tidak sakti, saya hanya manusia biasa, tidak pakai cincin, tidak pakai sabuk (jimat)," kata Sampurno di rumahnya dikutip dari TribunJateng, Senin (20/4/2026).
Ia menyebut keselamatannya semata-mata karena keberuntungan dan keyakinannya kepada Tuhan.
"Saya yakin Allah akan menolong orang yang jujur dan tidak munafik," tegasnya.
Baca juga: VIDEO Putri Candrawathi di Luar Penjara Jadi Sorotan, Dirjen Pas: Itu Bukan Akun Oficial Putri
Baca juga: Pengemudi Ojol Tewas Tersambar Kereta Api Railink di Mandala, Sempat Berhenti di Sisi Rel
Korban Pilih Berdamai
Sementara itu, Polres Lumajang telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut.
Meski menjadi korban, Sampurno justru meminta agar para pelaku tidak dihukum berat.
Ia memilih jalur damai dengan alasan kemanusiaan, mengingat para pelaku memiliki keluarga yang harus dinafkahi.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Lumajang, Alex Sandy Siregar, menyatakan bahwa pihak kepolisian membuka peluang penyelesaian melalui pendekatan restorative justice.
"Memang terkonfirmasi korban ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan," kata Alex di Mapolres Lumajang pada Jumat, 17 April 2026.
"Kami membuka pintu untuk upaya penyelesaian hukum di luar peradilan sesuai prosedur yang ada," pungkasnya.
(*/tribun-medan.com)
Artikel sudah tayang di tribun-lampung.com
| KASUS Dugaan Penistaan Agama Jusuf Kalla Seret Ade Armando dan Abu Janda, Dicap Provokator |
|
|---|
| AWAL MULA Terkuaknya Guru Silat Setubuhi 11 Muridnya yang Masih Remaja, Satu Hamil dan Digugurkan |
|
|---|
| PENYEBAB Istri Ahmad Sahroni Diisukan Selingkuh dengan Anak Band, Sosok Feby Belinda Jadi Sorotan |
|
|---|
| Polemik Video Ceramah JK, Abu Janda dan Ade Armando Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penghasutan |
|
|---|
| Pesan Jaksa Agung kepada Jajarannya: Jangan Kriminalisasi Kepala Desa, Kecuali. . . |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KADES-LUMAJANG-DIKEROYOK-kiri-Detik-detik-Kades-di-Lumajang-Sampurno.jpg)